Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 54 dari 57 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri sudah mendapat pembiayaan pembangunan infrastruktur melalui skema pembiayaan surat berharga syariah negara (SBSN). Total dana yang sudah dikucurkan mencapai Rp3,53 triliun.
Senin (23/7), Kementerian Keuangan kembali menyalurkan dana itu untuk Pembangunan Gedung Pendidikan Terpadu dan Pusat Bahasa pada Institut Agama Islam Negeri Surakarta, di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. “Ini merupakan yang kedua. Sebelumnya, IAIN Surakarta sudah mendapat pembiayaan SBSN untuk pembangunan gedung pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, serta gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam,” kata Dirjen Pengelolaan, Pembiayaan dan Risiko, Kementerian keuangan, Luky Alfirman.
Pembiayaan SBSN merupakan siner-gi kebijakan Kemenkeu, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan kementerian lain, untuk membiayai proyek melalui instrumen surat berharga negara berbasis syariah yang diterbitkan pemerintah sejak 2008. Dalam usianya yang telah menginjak satu dasawarsa, penerbitan SBSN mencapai Rp906,1 triliun.
“Kualitas pelaksanaan proyek SBSN yang tinggi ialah suatu keharusan yang tidak dapat dikompromikan,” tegas Luky.
Di tempat yang sama, Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin meng-akui SBSN telah berhasil membawa transformasi pada PTKIN. Skema pembiayaan melalui SBSN membuat pembangunan PTKIN daerah luar biasa.
Gedung pendidikan terpadu dan pusat bahasa IAIN Surakarta menelan biaya Rp50 miliar. Kegiatan pemba-ngunannya ditargetkan selesai dalam satu tahun mendatang.
Sementara itu, Rektor IAIN Surakarta, Mudofir menyatakan pembangunan gedung baru ini akan semakin meningkatkan pelayanan terhadap mahasiswa yang tahun ini mencapai 16 ribu orang.
Di Yogyakarta, Luky Alfirman mendatangi mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Ia mengajak mereka untuk memahami soal kebijakan utang Indonesia.
“Utang itu diperlukan agar pemerintah dapat menjalankan fungsi penting dan mendesak dengan lebih cepat tanpa penundaan. Dalam kondisi perekonomian melamban, stimulus fiskal melalui utang dapat mendorong pertumbuhan,” tambahnya.
Pertumbuhan ekonomi, lanjut Luky, dapat mendorong peningkatan penerimaan pajak di masa mendatang, sehingga negara dapat kembali membayar utang tersebut. “Utang juga untuk investasi sebagai pemerataan tanggung jawab antargenerasi dalam penyediaan aset.”
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM Eko Suwardi mengakui penting bagi mahasiswa untuk mengetahui pengelolaan APBN. “APBN merupakan instrumen penting pembangunan sehingga mahasiswa memiliki bekal untuk memahaminya.” (FR/AU/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved