Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA inisiatif baru yang diterapkan oleh berbagai pihak dalam menangani kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Di Palembang, Sumatra Selatan, Selasa (24/7), Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto mencetuskan berbagai instansi akan bersatu menggelar operasi pagar betis atas adanya kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di sejumlah daerah.
Hal itu karena hingga saat ini pelaku kebakaran lahan dan hutan belum ditangkap disebabkan tidak ditemukan cukup bukti untuk menggiring pelaku ke ranah hukum. Usai meninjau langsung karhutla di Sumsel, Hadi menyebut 99% lahan terbakar karena ulah manusia.
"Saya sudah melihat langsung dari ketinggian, terlihat titik kebakaran lahan di Tulung Selapan (Ogan Komering Ilir)," kata Hadi.
Ia mengatakan berdasarkan adanya laporan tim satgas karhutla Sumsel di mana kebakaran lahan rata-rata ditemukan terjadi akibat ulah manusia.
"Penyebab kebakaran 99% karena dibakar, tapi belum diemukan alat bukti untuk membuktikan pelakunya. Karenanya nanti digelar operasi pagar betis dalam waktu dekat oleh Danrem dan Polda," kata dia.
Operasi pagar betis ini, kata Hadi, untuk membuktikan pelaku pembakaran lahan di daerah yang biasanya ditemukan karhutla seperti di OKI dan Ogan Ilir.Operasi ini merupakan gabungan TNI dan Polri dalam memburu pelaku karhutla.
Panglima menjelaskan perlunya operasi gabungan ini agar bekerja sama untuk menyukseskan pelaksanaan penanggulangan bencana asap akibat kebakaran hutan, kebun, dan lahan.
"Tidak boleh lengah sedikit pun, gunakan teknologi yang ada sehingga kebakaran dapat terdeteksi, dan tidak meluas ke daerah lain sehingga tidak menimbulkan kabut asap yang dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan pesta olahraga Asian Games," jelasnya.
Ia menerangkan, dukungan logistik akan diberikan Mabes TNI dan kekurangan personel dalam menanggulangi karhutla di Sumsel.
"Cegah dan tanggulangi setiap adanya indikasi terjadinya kebakaran hutan, kebun dan lahan di Sumsel karena harga diri bangsa di pertaruhkan," jelasnya.
Untuk mengantisipasi terjadi kebakaran saat pelaksanaan Asian Games pada Agustus mendatang, TNI rencananya akan segera menerjunkan prajurit tambahan. Hanya saja, pihaknya saat ini sedang dihitung berapa yang dibutuhkan.
"Sekarang masih cukup untuk personel dari wilayah di Sumatra Selatan. Tapi nanti bisa saja ditambah saat Asian Games, tergantung kebutuhan yang ada di lapangan," kata dia.
Selain itu, dalam 5 hari ke depan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah memprediksikan jika Sumsel akan memasuki zona merah. Dimana puncak kerawanan terjadinya kebakaran lahan akan semakin meningkat.
"5 hari ke depan BMKG memprediksikan potensi kebakaran cukup tinggi untuk di Sumatra Selatan. Ini juga harus menjadi perhatian agar dapat diantisipasi sejak dini," katanya.
Selain itu, Hadi juga menekankan kepada unsur terkait, khususnya BPBD agar segera direncanakan untuk melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dalam rangka mengatasi Karhutbunla.
"Lakukan berkoordinasi dan bekerja sama dengan BMKG dan BPBD dalam rangka membuat hujan buatan sebagai salah satu cara strategi untuk menanggulangi dan mengatasi kebakaran. Dan selalu bersinergi dengan pihak Polri untuk langsung dapat mengambil tindakan sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku," jelasnya.
Sementara itu, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Karhutbunla (Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan) wilayah Provinsi Sumatra Selatan yang juga menjabat Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Inf Iman Budiman, memaparkan Subsatgas Darat Karhutbunla dengan perkuatannya telah melaksanakan operasi intai darat gabungan terpadu di 55 Desa rawan karhutbunla di wilayah Kabupaten OKI, Ogan Ilir, Muara Enim, dan Banyuasin dalam rangka mendukung tugas pokok Satgas Karhutbunla Provinsi Sumsel.
"Selain melakukan operasi intai, Satgas juga telah melakukan sosialisasi door to door telah mencakup 90% rumah masyarakat dan diyakini
masyarakat memahami pentingnya 2018 bebas asap, Perilaku masyarakat petani pemilik lahan perorangan maupun kelompok sudah berubah, dari budaya sonor tinggal ke budaya sonor tunggu berkelompok dan terkoordinir. Tidak ada kasus kebakaran di lahan petani," terang Budiman.
Ia menyampaikan, bahwa kebakaran lahan dapat diatasi oleh RPK (Regu Pemadam Kebakaran) darat dan Satgas Udara BPBD Sumsel dalam waktu 1 x 24 jam, dan 24 jam berikutnya adalah fase pembasahan dan pendinginan.
"Kami terus efektif dalam mengendalikan situasi Karhutbunla di wilayah Sumsel khususnya di 4 Kabupaten prioritas, yakni OKI, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, dan Banyuasin," tandasnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved