Bocah SD Meregang Nyawa setelah Berkelahi dengan Teman Sekelas

Kristiadi
24/7/2018 18:40
Bocah SD Meregang Nyawa setelah Berkelahi dengan Teman Sekelas
(thinkstock)

SEORANG siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, berinisial FN, 12, meregang nyawa di Rumah Sakit Umum (RSU) dr Slamet, Garut, usai berkelahi dengan teman sekelasnya, HK, 12, di Kampung Babakan Cikandang.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka pada bagian kepala dan punggung setelah ditikam sebuah gunting oleh temannya.

"Perkelahian kedua bocah tersebut terjadi sepulang sekolah di Kampung Babakan Cikandang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Sedangkan temannya berinisial HK mengeluarkan gunting yang dibawanya di dalam tas dan mengarahkan kepada FN sampai mengenai kepala dan punggungnya hingga korban dibawa keluarganya ke RS karena kondisinya tak berdaya," kata Kapolsek Cikajang, AKP Cecep Bambang, Selasa (24/7).

Cecep mengatakan, bocah kelas 6 SD tersebut sempat ditangani oleh RSU dr Slamat Garut karena mengalami luka sabetan gunting pada bagian kepala dan punggungnya setelah berkelahi dengan teman sekelasnya pada Sabtu (21/7) lalu.

Perkelahian itu dipicu gara-gara masalah hilangnya sebuah buku tulis yang dimiliki oleh HK pada sehari sebelumnya, Jumat (20/7). Pelaku pun langsung menuduh FN sebagai pencuri bukunya itu.

"Kejadian itu terjadi dari kehilangan buku tulis yang selama ini dimiliki oleh HK, dan pada Sabtu (21/7) buku tersebut ditemukan berada di bawah meja belajar milik FN. Selepas pulang sekolah tersebut, HK langsung menuduh jika FN yang melakukan pencurian buku itu hingga terjadi pertikaian," ujarnya.

Cecep juga menambahkan bahwa perkelahian yang dilakukan dua bocah SD tersebut terjadi sepulang sekolah karena korban tidak terima dituduh sebagai pencuri atas hilangnya buku pelajaran dimiliki oleh HK.

Namun, nahas korban terkena sabetan gunting di bagian kepala dan punggung. Korban yang terluka pun berusaha pulang ke rumah, tetapi ia langsung dibawa keluarganya ke rumah sakit karena pendarahan yang terus keluar dari bagian tubuhnya akibat setelah terkena benda tajam.

"Perkelahian yang dialami dua bocah SD tersebut salah satu keluarga telah membawa korban ke rumah sakit tetapi nyawanya tidak tertolong, tetapi anggota telah mengamankan baju seragam pramuka milik korban serta satu buah gunting yang diduga dipakai untuk menghabisi nyawa korban dimiliki oleh HK," paparnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya