Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DESA Kumpai Batu Atas, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Barat, kini menjadi salah satu destinasi para penikmat kopi. Di desa itu para penikmat kopi bisa melihat kebun kopi, memetik, mengolah, hingga menyeduh kopi berjenis liberika.
Kopi itu dikembangkan para petani transmigran di sana. Perkebunan kopi milik warga itu dulu pernah ditinggalkan karena dinilai tidak ekonomis. Saat ini perkebunan kopi tersebut menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Sutrisno, Koordinator Kelompok Tani Kumpai Baru Atas, mengungkapkan para petani rata-rata memiliki 80-100 pohon kopi siap panen. "Saat ini panen kopi per bulan baru sekitar 20 kg," ungkapnya.
Selain menanam kopi, para petani memikirkan cara mengembangkan destinasi wisata di tengah perkebunan kopi tersebut. "Saat ini wisata yang kami kembangkan mulai memetik kopi, menggoreng kopi, hingga menyeduh kopi. Semuanya dilakukan di kebun," ujar Sutrisno.
Pria asal Desa Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, itu menambahkan, wisatawan yang masuk ke perkebunan kopi cukup membayar paket wisata Rp300 ribu per orang. "Paket itu sudah termasuk transportasi dari Pangkalan Bun ke desa kami," ujarnya.
Sementara itu, untuk pengembangan perkebunan kopi, pihaknya dibantu LSM untuk mengajari para petani cara memetik kopi yang benar, membuatnya, hingga memasarkannya.
Dengan adanya pelatihan tersebut, warga desa kembali bergairah untuk kembali menanam kopi jenis liberika. Apalagi, kopi jenis ini mempunyai nilai ekonomi tinggi.
"Memang saat ini masih belum kelihatan hasilnya. Seiring dengan booming kopi, kami yakin ke depannya semakin baik," kata Sutrisno optimistis.
Untuk membantu petani agar usaha mereka semakin berkibar, Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah turut membantu petani mulai pembibitan hingga mendatangkan ahli kopi, seperti ditegaskan Kepala Perwakilan BI Kalteng Wuryanto.
Menurutnya, kopi liberika bisa hidup di dataran rendah seperti di Pangkalan Bun. Selain itu, rasanya khas seperti buah nangka. BI Kalteng pada tahap awal akan membantu pengembangan kopi di lahan seluas 2 hektare. Pada kesempatan sama, Penjabat Sekda, Fahrizal Fitri, mengatakan Pemprov Kalteng saat ini mengembangkan food estate seluas 1.357 hektare. "Kita kembangkan tanaman kopi di tiga kabupaten, yaitu Katingan, Pulang Pisau, dan Kapuas," ujarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved