Kekeringan Sebabkan Produksi Padi Turun

Nurul Hidayah
23/7/2018 23:00
Kekeringan Sebabkan Produksi Padi Turun
(MI/Amiruddin)

KEKERINGAN yang melanda sejumlah daerah mengganggu produktivitas tanaman padi. Di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kekeringan menyebabkan ribuan hektare tanaman padi di wilayah itu puso. Produktivitas gabah pun berkurang.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Waryono, mengatakan luas area tanaman padi yang puso di wilayahnya sekitar 2.285 hektare. "Puso disebabkan ketiadaan pasokan air di saluran irigasi, ditambah dengan hujan tidak pernah turun lagi. Produksi padi berkurang. Petani merugi cukup besar," jelas Waryono, Senin (23/7).

Sejak dimulainya masa tanam hingga berumur 55 hingga 75 hari, petani sudah mengeluarkan biaya rata-rata Rp6 juta hingga Rp7,5 juta per hektare.

Sementara itu, di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pemkab setempat mengeruk sedimen pada sejumlah pintu air Bengawan Solo. Upaya itu dilakukan agar tanaman padi di lahan seluas 485 hektare di Lamongan tidak puso.

Bupati Lamongan, Fadeli, telah memerintahkan organisasi perangkat daerah terkait untuk menata ulang manajemen irigasi pertanian di wilayah Bengawan Jero. Dia berharap dengan penataan tersebut, diharapkan air dari Bengawan Solo bisa mengairi lahan pertanian di wilayah Bengawan Jero.

Selain terancam puso, pencemaran terjadi di daerah pertanian lumbung padi Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Dinas Pangan Kabupaten Karawang khawatir kualitas padi dari sawah yang menggunakan sumber air Bendung Barugbug yang tercemar limbah bahan berbahaya dan beracun.

"Tentu kita khawatir kalau sungainya itu tercemar," kata Kepala Dinas Pangan Kabupaten Karawang, Kadarisman, kepada Media Indonesia.

Menurutnya, logam berat akan mengendap ke tanaman padi. Untuk itu, ia minta perlunya uji laboratorium dari Dinas Lingkungan Hidup atau Dinas Pertanian. Bendung Barugbug di Desa Situdam, Kecamatan Kotabaru, sudah tercemar limbah sejak belasan tahun. Warga setempat hanya pasrah dengan warna air hitam, berbusa, dan berbau itu.

Kekeringan juga menyebabkan sumur di tiga desa, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, mengering. Warga di tiga desa, yakni Desa Cibaregbeg, Girimulya, dan Cimanggu, mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

Kebakaran hutan
Area lahan gambut di Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai mengering dan terbakar pada musim kemarau ini. Kalsel saat ini dalam status darurat siaga bencana kebakaran hutan dan lahan.

"Lahan gambut di Kalsel mulai terbakar. Tingkat eskalasi kekeringan juga meningkat yang menunjukkan kemarau tahun ini bisa lebih parah daripada tahun sebelumnya meski hujan terkadang masih turun," kata Zulkarnaen, Koordinator Manggala Agni Kalsel, kemarin, seusai memimpin pemadaman kebakaran lahan gambut di Desa Pengayuan, Kabupaten Tanah Laut.

Titik api melonjak secara signifikan sejak sepekan terakhir. Dalam sepekan ini Manggala Agni dan BPBD Kalsel telah memadamkan titik api lebih dari 10 kali.

Kepala BPBD Kalsel, Wahyudin Ujud, mencatat sejak Mei hingga Juli telah terdeteksi 41 titik api berdasarkan pantauan satelit Lapan dan Sipongi.

(YK/BB/CS/DY/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya