Elemen Masyarakat Jateng Ingin Duet Jokowi-Moeldoko

Micom
23/7/2018 09:15
Elemen Masyarakat Jateng Ingin Duet Jokowi-Moeldoko
(Antara)

WACANA mengusung Jokowi-Moeldoko untuk Pemilihan Presiden 2019 semakin besar menggeliding. Dukungan ini mengalir dari berbagai elemen, termasuk masyarakat Jawa Tengah. Mereka pun solid mendeklarasikan suaranya kepada Jenderal (Purn) TNI Moeldoko sebagai calon wakil presiden bagi Presiden Joko Widodo.

"Kami gembira karena dukungan kepada Pak Moeldoko dari berbagai elemen terus mengalir. Mereka ini sepakat mendukung Pak Moeldoko sebagai pendamping Pak Jokowi di Pilpres 2019 nanti. Tentu saja hal ini semakin membuat suara di Jawa Tengah bulat," tegas Koordinator Gerakan Buruh Berjuang (Gerbang) Jateng, Nanang Setyono, Minggu (22/7).

Dukungan bagi Jokowi dengan mantan Panglima TNI itu terus membesar. Sampai dengan Minggu, sudah ada 17 elemen masyarakat di Jateng yang bulat mendukung duet Jokowi-Moeldoko. Jumlah itu pun mengalami kenaikan hampir 42% pada beberapa hari terakhir. Kelima elemen masyarakat baru iti berasal dari berbagai latar belakang dan daerah di Jateng.

Menurut Nanang, kelima elemen yang bergabung itu ialah Paguyuban Petani Tembakau Sindoro-Sumbing. Ada juga Persatuan Jaran Kepang Jateng, Serikat Pekerja Reformasi, Majelis Maulid Pondok Kiai Pikad, serta LBH Indonesia Menggugat.

Ia menambahkan, jumlah dukungan kepada duet Jokowi-Moeldoko akan terus membesar.

"Jumlah elemen yang mendukung duet Jokowi-Moeldoko naik cukup siginifkan. Pada awalnya hanya 12, tapi kini meningkat menjadi 17 elemen. Jumlah ini pasti akan terus bertambah pada beberapa waktu ke depan. Sebab, dinamika di masyarakat terus berjalan," lanjutnya.

Deklarasi dukungan bagi duet Jokowi-Moeldoko terus bergulir. Sebanyak 17 elemen masyarakat Jawa Tengah sudah membulatkan sikapnya untuk memenangkan Jokowi-Moeldoko.

Deklarasi dukungan ini dibacakan di Marina Convention Centre (MCC), Semarang, Minggu. Beberapa elemen yang hadir saat deklarasi, di antaranya Lindu Aji hingga Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan.

Hadir juga Gerakan Buruh Berjuang (Gerbang) Jateng, Komunitas Santri Salaf Tarbiyatul Athfal, dan Paguyuban Pedagang Sayur. Deklarasi ke-17 elemen masyarakat Jateng bagi Jokowi-Moeldoko ini lalu dituangkan dalam sikap pernyataan tertulis. Pernyataan sikap ini lalu ditandatangani oleh tiap pimpinan elemen masyarakat tersebut.

"Deklarasi dukungan sudah dibacakan. Pernyataan sikap tertulis juga sudah diberikan pada perwakilan Pak Moeldoko. Nantinya pernyataan sikap tertulis ini akan ada tindak lanjut berikutnya," tutur Nanang.

Ia kembali menerangkan bahwa pernyataan sikap tertulis ini nantinya akan diteruskan kepada Jokowi. Partai politik koalisi pendukung Jokowi juga akan diberikan hasil deklarasi ini. Harapannya, Jokowi dan koalisinya mempertimbangkan aspirasi elemen masyarakat di Jateng. Sebab, elemen ini memiliki potensi suara massa yang menjanjikan.

"Jika Pak Jokowi berkenan menggandeng Pak Moeldoko, sedikitnya akan ada lima juta suara yang akan masuk. Suara ini berasal dari anggota elemen-elemen masyarakat yang melakukan deklarasi tersebut. Jika Pak Moeldoko tidak digandeng lima juta suara tersebut akan dikembalikan kepada elemen masing-masing," ujar Nanang.

Kekuatan besar koalisi elemen masyarakat di Jawa Tengah sudah dirintis sejak tiga bulan silam. Mereka ini fokus mencari pendamping ideal bagi figur Jokowi hingga akhirnya memunculkan nama Moeldoko.

"Proses memuculkan nama Pak Moeldoko ini sebenarnya cukup lama. Kami sering melakukan rapat konsolidasi internal untuk menetapkan nama pendamping bagi Pak Jokowi. Dari banyaknya nama yang muncul, hanya Pak Moeldoko yang paling ideal mendampingi Pak Jokowi," katanya.

Pernyataan sikap Jatrng pun menguatkan deklarasi serupa lainnya. Pada hari yang sama, Minggu (22/7), Masyarakat Adat Papua ini lalu mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi-Moeldoko. Beberapa di antaranya berasal dari Adat Tabi, Nabire, Saireri, Perempuan Papua, Pegunungan Tengah dan Pesisir, juga dua lainnya.

Seperti Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), mereka sebelumnya menginginkan Jokowi mau menggandeng Moeldoko di Pilpres 2019. Sebab, ada banyak faktor yang dinilai ideal dari duet tersebut. Dukungan itu disampaikan melalui Deklarasi Dago, Bandung, Kamis (12/7) lalu.

Perwakilan pengurus DPD HKTI Numan Abdul Hakim menuturkan, deklarasi didasarkan pada hasil rapat koordinasi internal.

"Kami ingin visi, misi, dan program kerja pemerintah ke depan semakin menjadi solusi bagi pertanian. Sebab, kami ingin menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan. Basisnya tentu kesejahteraan petani," pungkas Numan. (RO/OL-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya