Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPOLDA Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose menegaskan bahwa salah satu staf Bank Dunia bernama Aakansha Pande, 38, memang benar-benar meninggal di Bali. Namun, Kapolda mengatakan kematian korban dipastikan karena tenggelam, bukan yang lain.
"Matinya karena tenggelam dan bukan disebabkan oleh hal lainnya," ujar Petrus di Denpasar, Senin (23/7). Bahkan, Kapolda juga membantah jika yang bersangkutan bukan seorang pejabat senior bank dunia melainkan hanya staf biasa dan meninggal karena tenggelam. Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang yang disebut sebagai pejabat Bank Dunia bernama Aakansha Pande ditemukan tewas meregang nyawa di Pantai Seminyak, Bali, pada Sabtu (21/7). Korban diketahui merupakan salah satu Senior Economist World Bank berkebangsaan Amerikan Serikat dan tinggal di Yordania. Korban meregang nyawa usai mandi di Pantai Seminyak, tepatnya di depan Capil Beach Cafe pada Sabtu sekitar pukul 17.10 Wita. Setelah dicek, korban ternyata mandi di tempat yang tidak biasanya yakni tempat yang menjadi larangan bagi para wisatawan.
Informasi di lokasi kejadian menyebutkan, saat itu korban tengah berenang dengan suaminya Ziad Haider di lokasi yang dilarang. Korban sempat dilarang oleh petugas Balawista setempat untuk tidak berenang di lokasi tersebut. Namun, karena korban tak mengindahkan larangan itu, terjadilah kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Sesaat setelah kejadian, petugas mengantar ke RS Siloam dengan menggunakan ambulans Balawista setempat. Saat itu, korban yang mengenakan bikini warna biru berenang dengan suaminya. Keduanya sudah diperingatkan oleh petugas, tetapi tetap saja melanggar.
Pasangan tersebut sebenarnya telah diperingatkan sebanyak kali. Pertama kali saat diingatkan, korban sempat memberikan tanda oke melalui tangan dan keduanya pun menepi. Tak lama kemudian, keduanya kembali menuju ke tengah pantai hingga terjadi kejadian nahas tersebut.
"Suaminya bisa diselamatkan. Keduanya diselamatkan oleh pengunjung yang sedang berselancar. Suaminya syok saat itu, karena ternyata istrinya tidak selamat," terang warga bernama Ipel.
Sementara itu, keterangan dari dr Kristya yang saat itu bertugas jaga di RS Siloam mengatakan bahwa korban diantar oleh petugas Balawista, Kabupaten Badung, dan menginformasikan bahwa pasien tersebut telah tenggelam di Pantai Double Six Seminyak. Selanjutnya, saksi langsung melaksanakan pengecekan terhadap kondisi pasien berupa cek respons, cek denyut nadi, dan pernapasan, serta dilakukan rekam jantung.
Namun, pasien sudah dalam keadaan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit. Kemudian dokter menyarankan agar jenazah tersebut dikirim ke RS Sanglah untuk dilakukan autopsi. Namun, pada saat itu suami korban menolaknya.
Selanjutnya, pihak RS Siloam menghubungi Tim RS AD dalam pengurusan jenazah korban. Pada pukul 22.30 Wita datang ambulans antarbangsa untuk menyerahterimakan jenazah ke penitipan jenazah RS Sanglah Denpasar. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved