Longsor Terus Melanda Jalur Pacitan-Ponorogo

Sunarwoto
24/4/2015 00:00
Longsor Terus Melanda Jalur Pacitan-Ponorogo
( ANTARA/pandu dewantara)
BENCANA tanah longsor masih terus mendera jalur Pacitan-Ponorogo, Jawa Timur. Dalam pekan ini jalur utama yang menghubungkan dua kabupaten tersebut terus didera tebing longsor akibat hujan deras yang mengguyur daerah tersebut. Kamis malam, kembali terjadi longsor di jalur Pacitan-Ponorogo, persisnya di Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo.

"Bencana tanah longsor yang terjadi Selasa lalu belum selesai penangangannya, kemarin bencana susulan kembali lagi. Malah bencana susulan itu ada tiga titik longsor di jalur Pacitan-Ponorogo," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggukangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Tri Mudjiharto, Jumat (24/4).

Akibat bencana longsor ini, sambung Mudjiharto, jalur Pacitan-Ponorogo sejak Selasa lalu hingga kini ditutup. Karena sekitar 100 meter badan jalur ini masih tertimbun tanah longsoran bercampur bebatuan tebing. Untuk tetap lancarnya transportasi, warga harus melewati jalur alternatif yang memutar ke Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah.

"Kapan jalur itu normal, pihak BPBD belum bisa memastikan. Apalagi peralatan berat yang didatangkan juga belum bisa bekerja maksimal karena hari-hari ini masih terjadi hujan deras," tandas Mudjiharto.

Selain bencana longsor, longsor akibat hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir juga telah menimpa lima rumah penduduk di Desa Ploso Kecamatan Tegalombo. Dua rumah warga masing-masing milik Nardi, dan Suyono mengalami rusak berat karena dinding dapur dan ruang tamu jebol. Sementara tiga rumah lainnya yakni milik Wagimin, Paryanto, serta Sardi hanya mengalami rusak ringan.

"Pemkab Pacitan bersama Koramil 0801/04 Tegalombo serta dibantu warga setempat kini bergotong royong untuk melakukan perbaikan terhadap kelima rumah yang rusak," ungkap Mudjiharto.

Mengingat saat ini masih terjadi hujan, Pemkab Pacitan menghimbau warga yang tinggal di bawah tebing dan gunung untuk lebih berhati-hati. Jika dirasa membahayakan malah diminta untuk sementara waktu mengungsi dari rumahnya. Hal ini demi kesemalatan jiwa warga Pacitan yang tinggal di bawah tebing atau di daerah yang rawan bencana longsor. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya