Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BERPASANGAN dengan Sofyan Edy Jarwoko sebagai Wakil Wali Kota, Sutiaji fokus pada pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan ekonomi warga Kota Malang. Seperti apa program-programnya, berikut wawancara wartawan Media Indonesia, Bagus Suryo, dengan Wali Kota terpilih Malang, Sutiaji, Sabtu (14/7).
Janji kampanye apa saja yang Anda usung selama pilkada?
Semua program pembangunan sudah terdokumen di rencana pembangunan jangka menengah daerah. Ada janji kampanye yang kita kemas dalam tiga poin besar, yaitu kesejahteraan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan kesejahteraan infrastruktur.
Bagaimana Anda mewujudkan janji kampanye itu?
Kita lihat skala prioritas. Sekarang banyak pekerjaan rumah kita yang masih menjadi masalah, misalnya, terkait kepastian hukum masalah pasar dan jembatan. Ada pasar Blimbing, pasar gadang, dan banyak pasar tradisional yang harus diperhatikan.
Apa yang Anda benahi di tahun pertama?
Tahun pertama membenahi sumber daya manusia, aparatur sipil negara (ASN) kita. Hal itu sesuai dengan amanat undang-undang, reformasi birokrasi menjadi prioritasnya sebelum melayani masyarakat. Akan ada reposisi di tahun pertama. Ibarat kendaraan bermotor keluaran 1970-an, kan harus diganti agar jalannya kencang lengkap dengan dikasih bensin. Demikian pula ASN, harus siap sehingga selama 5 tahun ke depan bisa terukur.
Setelah itu apalagi?
Selanjutnya membenahi layanan publik yang selama ini banyak kendala. Termasuk juga transparansi untuk menarik kepercayaan para investor agar masuk dan menanamkan modal di Kota Malang. Itu yang harus kita bangun.
Bagaimana Anda membangun Kota Malang lima tahun ke depan?
Kami meningkatkan potensi Kota Malang mulai pendapatan, dikemas menjadi kota entrepreneur, sehingga kita tidak terus menengadah ke pusat melalui dana perimbangan sebab otonomi daerah itu semangatnya agar ketergantungan pemerintah daerah ke pusat bisa berkurang. Dalam hal ini, banyak yang bisa dilakukan, salah satunya Kota Malang menjadi kota pariwisata. Ini harus kita kuatkan termasuk industri pendidikannya. Diharapkan nantinya bisa seperti di Korea, rumah-rumah warga menjadi industri. Itu sebabnya akan kita bangun dan perkuat jejaring berbasis ekonomi mikro dan UMKM.
Apa yang Anda harapkan?
Ketika transparansi bagus dan ASN sudah bagus, maka menjadi role model. Wisata kuliner dan wisata budaya akan tumbuh dan bertambah banyak sehingga Kota Malang menjadi jujugan karena semuanya ada di sini. Nantinya dikemas ada wisata budaya, menjadi ciri khas tersendiri dan primadona.
Bagaimana dengan janji asuransi kesehatan bagi warga?
Asuransi jelas itu. Kami sudah lakukan. Kita melakukan inventaris, sudah kita bangun melalui pendataan jumlah warga Kota Malang yang belum mempunyai asuransi. Teknisnya nanti kita kirim surat ke perusahaan-perusahaan agar mengasuransikan karyawannya. Selanjutnya, sesuai kemampuan keuangan daerah, prioritas asuransi bagi warga miskin. Kemarin kita hitung ada 400 ribu warga yang belum memiliki asuransi. Kita kasih melalui APBD untuk premi kelas tiga.
Apa tidak memberatkan APBD?
Saya punya skenario, puskesmas dan rumah sakit menjadi badan layanan umum daerah (BLUD). Selain itu, mengoptimalkan kinerja rumah sakit daerah sembari menggerakkan semua layanan kesehatan untuk menerima rujukan. Itu yang kita kuatkan.
Apa Anda juga memberikan asuransi pendidikan?
Kita belum menjangkau asuransi pendidikan, tapi masih menjangkau asuransi kesehatan. (N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved