Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SATGAS Pangan siap menyelidiki tingginya harga telur ayam yang telah meresahkan masyarakat. Penyelidikan akan dimulai dari tingkat produsen, komponen pakan, dan harga pakan.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan hal itu di Jakarta, kemarin.
"Ini sedang diteliti. Laporan pedagang di Pulo Gadung, mereka membeli di farm gate saja sudah tinggi. Kalau farm gate tinggi, ada komponen pakan. Kemungkinan tinggi harus diteliti lagi," kata Setyo.
Kenaikan harga telur terjadi di banyak daerah, termasuk di beberapa daerah pemasok telur, seperti Blitar, Bandung, Tasikmalaya, dan Ciamis.
Terkait dengan harga pakan ayam petelur, kata Setyo, pihaknya sudah meminta klari-fikasi pabrik pakan. "Jawaban mereka tidak menaikkan harga pakan. Hanya saja DOC mengalami kenaikan sejak dua tahun terakhir. Telur tetas sekarang ini tidak boleh menggunakan AGP sebagai antibiotik. Ini kebijakan pemerintah agar ayam dan telur bebas antibiotik. Namun, dampaknya produksi menurun," ungkapnya.
Menurunnya produksi ayam akan mendorong harga naik. Kenaikan harga telur ayam diduga permainan para spekulan. Di Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar menduga adanya spekulan yang mempermainkan harga telur di pasaran.
Kepala Dinas Perdagangan Makassar Andi Muhammad Yasir mengatakan saat ini pihaknya menurunkan tim untuk mengawasi pasar-pasar tradisional.
"Kita antisipasi saja, jangan sampai ada spekulan. Kita juga awasi kalau ada yang me-nimbun, meski telur tidak bisa ditimbun dalam waktu lama," kata Yasir.
Berdasarkan pantauan di sepuluh pasar tradisional di Makassar, harga telur ayam ras cenderung tinggi dan bervariasi, dari Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per rak.
Dugaan adanya permainan spekulan juga terjadi di Tasikmalaya dan Cianjur, Jawa Barat. Kepala Dinas Ketahan-an Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika menyebutkan bahwa sebetulnya sudah ada penurunan harga telur ayam di wilayah Jabodetabek.
"Sekarang dijual Rp24 ribu sampai Rp25 ribu per kilogram, sedangkan di Jawa Barat masih ada telur dijual Rp26 ribu per kilogram. Ini sudah dipastikan adanya permainan dari pengepul, terutama pada saat pendistribusian ke dae-rah," jelasnya.
Ulah spekulan
Untuk mencari tahu penyebab melonjaknya harga telur, Dinas Pangan Provinsi Bangka Belitung akan turun ke sejumlah pasar di Pulau Bangka dan Belitung.
"Kami sudah menginstruksikan seluruh dinas pangan kabupaten dan kota untuk turun ke pasar-pasar mengecek harga telur ayam," kata Kepala Dinas Pangan Provinsi Babel Ahmad Damiri.
Dia mengaku belum bisa memastikanya apa penyebab tingginya harga telur. Padahal pasokan telur dari Palembang ataupun peternak lokal saat ini aman dan stabil.
"Karena itu, saya sudah meminta seluruh dinas pangan turun tangan mengecek harga telur," ujarnya.
Sementara itu, tingginya ketergantungan terhadap telur dari luar daerah menyebabkan harga komoditas tersebut di Nusa Tenggara Timur cukup tinggi.
Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan NTT, Kirenius Tallo mengatakan pihaknya sulit mengendalikan harga telur lantaran kenaikan harga terjadi di tingkat produsen yang berada di luar daerah. "Saat pasokan telur dari luar masuk ke NTT, harganya sudah naik. Peternak lokal belum bisa memenuhi kebutuhan telur di seluruh daerah," terang Kirenius.
Kendati begitu, stok telur di pedagang cukup. Permintaan konsumen juga tetap stabil. Ia meminta masyarakat tak panik karena kenaikan harga telur selalu terjadi terutama jelang hari raya, saat cuaca buruk, dan harga pakan naik.(LN/RF/AD/PO/BB/HK/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved