Kapal Terhempas Gelombang Tinggi, Seorang Nelayan Cilacap Hilang

Liliek Dharmawan
18/7/2018 17:36
Kapal Terhempas Gelombang Tinggi, Seorang Nelayan Cilacap Hilang
(Dok Basarnas Cilacap)

GELOMBANG tinggi yang terjadi di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa Tengah (Jateng) dan DIY mengakibatkan kapal nelayan terhempas di Pantai Kemiren, Kecamatan Kesugihan, Cilacap. Dari tiga nelayan, seorang di antara mereka hilang.

Nelayan yang hilang adalah Sugri, 35, warga Desa Sumingkir, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap. Sedangkan dua nelayan lainnya yang berhasil selamat adalah Nasimin, 35, dan Mad Marta, 75.

Ketiganya berangkat pada Rabu (18/7) pagi dengan menggunakan KM Yati Putra. Peristiwa terjadi ketika mereka hendak berangkat melaut. Baru lepas dari pantai, gelombang tinggi datang dan menghempaskan kapal tersebut, kemudian terbalik.

Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap Mulwahyono, Rabu (18/7), mengatakan setelah menerima laporan mengenai hilangnya nelayan tersebut, pihaknya langsung turun melakukan pencarian terhadap nelayan yang hilang.

"Sampai sekarang masih dilakukan pencarian. Saat ini, fokus masih di sekitar lokasi peristiwa," kata Mulwahyono.

Pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Deas Achmad Rivai mengatakan kondisi cuaca di Samudra Hindia buruk dengan ditandai gelombang tinggi berkisar antara 4-6 meter. Untuk keceoatan angin bisa mencapai 20 knots.

"Ketinggian gelombang hingga 6 meter tersebut sangat membahayakan bagi berbagai jenis kapal. Bagi nelayan yang masih tetap melaut, kami minta supaya mereka ekstra hati-hati," jelasnya. (A-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya