Partai NasDem Jadi Primadona para Politikus

Haryanto
18/7/2018 04:30
Partai NasDem Jadi Primadona para Politikus
(Ist)

SEJUMLAH nama beken politisi Kabupaten Purworejo secara mengejutkan berlabuh ke partai NasDem. Nama-nama, seperti mantan Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Imam Abu Yusuf, mantan Ketua Partai Demokrat RM Abdullah, mantan Sekda sekaligus mantan calon Bupati Purworejo Muhammad Fauzi, Sri Marhaini yang merupakan istri Ketua Umum DPD PDIP Angko Setiyarso Widodo tampil di bangku bakal calon anggota DPRD Purworejo.

Tampilnya para politikus kawakan itu dinilai akan membuat dinamika politik di Kabupaten Purworejo semakin berwarna. Tidak hanya menggaet para mantan ketua umum partai, NasDem juga mengisi kursi bacalegnya dengan sederet nama politisi lawas, seperti Tursiyati dan Nur Hadi mantan anggota DPRD Purworejo Fraksi PKB.

"Ini kombinasi yang sangat proporsional, antara senior dan junior semua ada di NasDem. Caleg kita merepresentasikan Indonesia, dari berbagai latar belakang, suku, agama, dan lainnya menyatu di tubuh NasDem," ungkap Bapilu NasDem, RM Abdullah seusai mendaftarkan bacalegnya di KPU Purworejo, kemarin.

Abdullah mengaku tidak menggunakan strategi khusus dalam menggaet bacaleg dari berbagai latar belakang politik sebelumnya itu. Menurut dia, visis misi serta tekad NasDem menjadi partai perubahan menjadi daya tarik tersendiri bagi para politikus senior untuk bergabung.

Ia mengungkapkan jika saat ini partainya siap menyongsong pileg pada 17 April 2019 mendatang. Dengan komposisi saat ini, Abdullah optimistis partai besutan Surya Paloh itu mampu membuat kejutan.

Angko Setiyarso Widodo menilai NasDem merupakan partai tebersih yang setia melakukan gerakan perubahan untuk Kabupaten Purworejo. Atas dasar itu ia mengaku mantap menitipkan istrinya ke partai NasDem untuk mengikuti konstelasi pemilu legislatif.

Hal senada diungkapkan Imam Abu Yusuf bahwa NasDem ialah tempat yang cocok bagi dirinya mengejawantahkan perjuangan rakyat. Imam tak malu-malu mengakui bahwa sejak awal tertarik untuk bergabung dengan NasDem dan rela menanggalkan jabatanya sebagai Ketua PBB. Sementara itu, Ketua NasDem Eko Januar Susanto mengaku bangga bacalegnya memiliki kapasitas dan integritas mumpuni.

 

Adu nasib

Kursi dewan memang masih menjadi magnet tersendiri bagi politisi. Seperti diakui Arsyadjuliandi Rachman yang memilih mendaftar bacaleg untuk Dapil 1 Riau ketimbang menuntaskan masa periodenya yang habis pada Februari 2019. "Pak Andi sudah masuk daftar calon sementara untuk dapil 1 Riau. Sudah didaftarkan ke KPU," jelas Ketua DPP Partai Golkar Korwil Riau dan Kepulauan Riau, Idris Laena, kemarin.

Sebelum menjabat Gubernur Riau pada 2013 menggantikan Gubernur Annas Maamun yang ditangkap KPK, Andi merupakan anggota DPR. Komisioner KPU Riau Ilham Yasir mengatakan para kepala daerah yang berniat maju menjadi caleg wajib melepaskan jabatannya sesuai PKPU Nomor 20 Tahun 2018, pasal 7 dan 8.

Sementara itu, Partai Golkar Provinsi Jawa Barat mensyaratkan pernikahan untuk bacalegnya. Hal ini dirasa perlu sebagai bentuk komitmen menghargai perempuan.

Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya akan mencoret bacaleg yang pernikahannya tidak sesuai dengan aturan dan perundang-undangan. Dia pun menegaskan melarang bacalegnya memiliki istri lebih dari satu.  (RK/BY/AD/YK/DG/SL/LD/N-1) 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya