Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BAMBANG Irianto, Ketua RW 23 Kelurahan Purwantoro, Kota Malang, Jawa Timur, tidak menduga ide kreatifnya itu mendapat apresiasi positif dari dunia internasional. Inovasinya ialah gerakan menabung air atau water banking movement yang diajukan untuk kompetisi bertaraf internasional, Guangzhou International Award for Urban Innovation 2016 di Tiongkok.
“Inovasi itu dari kampung Glintung dan mampu menyisihkan 300 kota nominasi, antara lain Berlin, Barcelona, Jeonju, Buenos Aires, Busan, Moskow, Utrecht, Caracas, dan Milan. Kota Malang masuk 15 inovasi perkotaan terbaik dunia,” terang Bambang saat ditemui di kampung Glintung, akhir pekan lalu.
Gerakan menabung air di kampung Glintung Go Green yang kemudian disingkat 3G ini, selanjutnya populer disebut Glintung 3G. Gerakan menabung air yang dipromosikan Pemerintah Kota Malang ini berdampak positif. Inovator dari 15 negara yang masuk seleksi berkunjung ke Malang untuk melihat kondisi di lapangan.
Saat Media Indonesia mengunjungi permukiman kampung di Gang IV RW 23 Kelurahan Purwantoro, teduh dan adem. Pohon-pohon dan tanaman toga tumbuh subur di halaman depan rumah warga. Di tembok-tembok kampung berderet tanaman hidroponik.
Di sepanjang jalan kampung, selain bersih dan terawat juga dipenuhi pohon hias milik warga. Kampung tersebut juga menjadi pusat studi lingkungan hidup. “Warga sekarang menaruh perhatian cukup tinggi terhadap kelestarian lingkungan di sekitarnya,” kata Bambang.
Belum lama ini, Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Soemarsono, tertarik berkunjung ke kampung penuh inspiratif itu. “Ini sebagai contoh kampung yang layak jadi rujukan bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Warganya ikut berpartisipasi aktif untuk memajukan kampungnya,” kata Soemarsono.
Keberhasilan kampung tersebut lewat tangan dingin sang ketua RW 23 tersebut. Sejumlah warga mengungkapkan Bambang sangat getol memotivasi warga agar ulet dan tekun menciptakan kampung yang sesuai harapan warga setempat.
“Di sela-sela memotivasi, dia selalu membangun kesadaran kepada warga pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,” ujar seorang warga setempat.
Warga pun tidak cemas lagi bila musim hujan tiba. Sebelumnya, kampung Glintung ini kerap dilanda banjir, kekeringan, dan tanah longsor. Sejak warga menanam pohon, banjir, tanah longsor, dan krisis air bersih tidak terjadi.
“Pohon dan tanaman lainnya mampu menyerap air. Sekarang tidak banjir maupun kekeringan,” jelas Bambang. (Bagus Suryo/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved