Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSAKNYA beberapa alat berat ekskavator amfibi menjadi salah satu biang keladi Kali Mookervaart di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, semakin dangkal. Apalagi, sudah lebih dari satu tahun tidak ada aktivitas pengerukan.
Salah satunya di Kali Mookervaart sisi Pesakih, Kalideres, Jakarta Barat. Ekskavator jenis amfibi dibiarkan terparkir di tepi kali. Ekskavator itu sudah lebih dari tiga bulan rusak dan dibiarkan begitu saja.
Akibatnya, di tepi kali terjadi sedimentasi dan ditumbuhi lumut. Air yang hitam dan bau anyir membuat Kali Mookervaart semakin memprihatinkan. "Itu (ekskavator) punya UPK (Unit Pengelola Kebersihan) Badan Air (Dinas Lingkungan Hidup)," kata Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat, Imron, kemarin.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI, Isnawa Adji, mengakui ada beberapa ekskavator milik UPK Badan Air yang rusak. Tahun ini, kata Isnawa, sudah dianggarkan untuk perbaikan alat. "Tahun ini sudah dianggarkan untuk perbaikan. Untuk jumlah yang rusak berapa, saya enggak pegang datanya. Nanti dikirim," ujar Isnawa
Sementara itu, untuk pengerukan, Imron menyebut, Mookervaart sisi Pesakih merupakan tanggung jawab pemerintah pusat. "Itu wewenang BBWSCC (Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane). Kami sudah laporkan dan tahun ini mau dikeruk," ujar Imron.
Ia menjelaskan, untuk tanggung jawab Pemprov DKI, pihaknya sudah melakukan pengerukan, April 2018. "Dari kami sudah tahun ini itu di sisi (Mookervaart) Kedoya dan Kebon Jeruk," jelasnya.
Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi, mengatakan pihaknya telah meminta dinas SDA melakukan pengerukan kembali Kali Mookervaart.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved