Bappenas Survei Lokasi Calon Ibu Kota

(SS/N-1)
17/7/2018 03:15
Bappenas Survei Lokasi Calon Ibu Kota
(Ist)

PEMERINTAH pusat tampaknya semakin serius untuk segera memindahkan ibu kota pemerintahan RI dari Jakarta ke Kalimantan Tengah. Tim yang dikirim Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Badan Informasi Geospasial (BIG) telah melakukan pemetaan calon lokasi kelak bila Ibu Kota jadi dipindahkan.

Adanya aktivitas tim dari BIG tersebut diungkapkan Pejabat Sekretaris Daerah Kalteng, Fahrizal Fitri, kemarin, di Palangka Raya. Tim tersebut bekerja sejak Juli hingga Desember 2018.

Tim sejak pekan lalu memetakan areal yang direncanakan sebagai lokasi ibu kota pemerintahan RI. “Berdasarkan keterangan dari tim BIG, proyek pemetaan itu dilakukan atas permintaan Bappenas,” kata Fahrizal.

Untuk diketahui saat ini Pemprov Kalteng sudah menyiapkan lahan seluas hampir 500 ribu hektare untuk persiapan, bila ibu kota RI dipindah ke Kalteng. Lahan seluas itu berada di tiga lokasi, yaitu Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas, dan Kabupaten Katingan.

Sebelumnya, Pemprov Kalteng juga sudah melakukan pertemuan di Jakarta membicarakan wilayah alternatif. Hasil pertemuan itu ditetapkan dua wilayah lain selain Kalteng, yakni Kalsel di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kaltim di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Hal itu menggambarkan sudah ada langkah-langkah yang dilakukan pemerintah pusat, menindaklanjuti wacana pemindahan ibu kota pemerintahan. Tidak itu saja, lanjut Fahrizal, dalam waktu dekat juga akan dilakukan studi kelayakan yang dilakukan Bank Dunia yang dianggap sebagai lembaga independen. “Sehingga provinsi yang ditetapkan sebagai ibu kota pemerintahan nantinya, betul-betul wilayah yang layak dan secara teknis wajar memenuhi kemampuan sebagai ibu kota pemerintahan RI,” terangnya.

Dari sisi pemerintahan, sudah dilakukan survei, baik itu mengenai geologi maupun daya tampung lingkungan seandainya wilayah itu jadi ibu kota. “Dari hasil survei yang dilakukan, yang memiliki nilai tertinggi untuk daya dukung dan daya tampung adalah Kalteng,” ujarnya.

Selain itu, penyediaan lahan dan air di Kalteng juga cukup besar karena di wilayah tersebut terdapat tiga sungai besar, yakni Sungai Kahayan, Katingan, dan Rungan. Ketiga sungai tersebut dinilai dapat diandalkan sebagai penyedia air baku dengan debit air yang cukup besar. (SS/N-1)


     





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya