Nelayan Pangandaran Bakar Pukat tidak Ramah Lingkungan

Kristiadi
21/4/2015 00:00
Nelayan Pangandaran Bakar Pukat tidak Ramah Lingkungan
(ANTARA/Ampelsa)
RATUSAN nelayan Pangandaran, Jawa Barat, membakar alat tangkap purse seine atau pukat cincin milik salah satu kapal, Senin (20/4) malam. Meski belum dilarang Kementerian Kelautan dan Perikanan, jaring jenis itu dinilai tidak ramah lingkungan, karena mengambil ikan besar dan kecil.

Jaring yang dibakar berada di kapal Inka Mina, milik salah seorang pengusaha di Pangandaran. Para nelayan mendatangi kapal itu saat bersandar di Pelabuhan Pendaratan Ikan Cikidang, di Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran.

"Kami kecewa karena kapal baru itu masih menggunakan jaring purse seini. Sebelumnya, kami sudah menyampaikan keberatan kepada pemilik kapal, tapi dia tetap menggunakan jaring tersebut," papar Sarmin, 43, nelayan.

Karena itu, Sarmin dan rekan-rekannya marah dan membakar jala tersebut.

Kepala PPI Cikidang Tatang membenarkan ada sekelompok nelayan yang datang ke pelabuhan dan memprotes penggunaan pukat cincin di kapal Inka Mina. "Mereka datang, membawa jaring dan membakarnya. Setelah itu, mereka pergi dan membubarkan diri," tandasnya. (N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya