Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SHERINE Kiatandi, 15, punya cita-cita besar dalam hidupnya. Pelajar salah satu SMP di Jakarta itu menginginkan adanya persatuan dan kesatuan di antaranak-anak bangsa di Indonesia.
"Dalam pandangan saya, saat ini banyak perpecahan yang telah terjadi. Sejak lama saya ingin kita semua bersatu, tidak memandang asal usul, tidak pandang suku dan agama," ungkapnya saat pengumuman Lomba Gambar Toyota Dream Car Art Contents Indonesia 2018, di Taman Lalu Lintas, Kota Bandung, Jawa Barat, akhir pekan lalu.
Keinginan itulah yang diwujudkan Sherine lewat gambar. Ia menggambar mobil yang berbentuk burung garuda, sang lambang negara Indonesia. Penumpang di dalam mobil itu mengenakan berbagai pakaian adat Indonesia dan dunia.
Gambar itulah yang kemudian dikirim Sherine untuk mengikuti lomba gambar yang digelar Toyota Astra Motor. Panitia meminta anak-anak menggambarkan kreasi mereka seputar mobil Toyota masa depan.
Visi dan kepedulian yang diunggahnya lewat gambar berjudul Toyota Peace & Unity Car membuat dewan juri lomba memilih karyanya sebagai juara untuk kategori 3, usia 12-15 tahun.
Sherine tidak sendiri. Anak-anak peserta lomba juga punya kepedulian besar terhadap lingkungan. Xylone Margarethe Andariska, 8, misalnya, memilih menggambar mobil yang berbentuk huruf-huruf atau alfabet.
Karya orisinal pelajar SD asal Surabaya itu membuatnya terpilih sebagai wakil Indonesia untuk berkontestasi dalam ajang serupa di tingkat internasional, yang akan digelar di Jepang, Agustus. "Saya ingin anak-anak dan orang-orang di lingkungan saya, semuanya bisa membaca, tidak buta huruf. Karena itu, saya menggambar alphabet car, yang membuat mereka bisa belajar membaca," kata Xylone polos.
Lomba gambar sudah berlangsung 12 kali di tingkat dunia dan untuk keenam kali di Indonesia. Anak-anak Indonesia sudah beberapa kali menyabet gelar kehormatan.
"Lomba ini salah satu program CSR Toyota di bidang pendidikan. Lewat kegiatan ini, kami memberi ruang bagi anak-anak Indonesia untuk mengembangkan bakat seni dan kreativitas mereka," tutur Direktur PT Toyota Astra Motor, Darmawan Widjaja.
Petinggi lain Toyota Astra Motor, Keijiro Inada, juga memastikan anak-anak diberi keleluasaan untuk menggulirkan idenya. "Tidak dibatasi. Persoalan ide mereka bisa dituangkan dalam mobil sesungguhnya, itu soal lain," tandasnya.
Tahun ini, lebih dari 10 ribu gambar diterima para juri lomba, yang terdiri atas artis Shahnaz Haque dan pemerhati anak Anto Motulz serta Sigit Pramono. Lomba gambar terbagi dalam tiga kategori umur, yakni di bawah 8 tahun, 8-11 tahun, dan 12-15 tahun.
"Gambar karya anak-anak ini sangat mengejutkan dan out of the box. Mereka mampu berimajinasi, bermimpi tentang mobil masa depan, tapi tidak melupakan kekhasan Indonesia," ujar Anto Motulz, juri lomba.
Hasilnya, banyak gambar yang memadukan mobil masa depan dengan batik, tanaman, satwa khas Indonesia, bahkan lambang negara Indonesia, burung garuda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved