Rakyat Harus Jaga Persatuan dan Kesatuan

FR/N-3
15/7/2018 01:20
Rakyat Harus Jaga Persatuan dan Kesatuan
(ANTARA)

PRESIDEN Joko Widodo meminta masyarakat tetap menjaga kerukunan meski berbeda pandangan. Hal itu ditegaskan Presiden saat menghadiri pengajian dan khataman Alquran dan Haul Pondok Pesantren An Najah di Desa Gondang Badran, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, kemarin malam.

Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, tiba di lokasi acara sekitar pukul 20.29 WIB dan langsung disambut lantunan selawat dari grup hadrah An Najah.

Di hadapan Pengasuh Ponpes An Najah, KH Minanul Aziz Sathori, para ulama, ribuan santri, dan tamu undangan, Jokowi kembali mengingatkan besarnya anugerah Tuhan kepada Indonesia berupa keberagaman. Dia meminta anugerah tersebut dijaga dengan baik.

"Jaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, persatuan dan kesatuan. Saya titip, saya titip jangan sampai karena pemilihan bupati, wali kota, presiden kita tidak saling tegur antartetangga," tegasnya.

Jokowi menegaskan, berbeda pilihan dalam demokrasi ialah hal biasa. Terpenting ialah menjaga persatuan, kesatuan, dan kerukunan.

"Jangan mau dikompor-komporin. Yang ngomporin siapa, para politikus. Dikomporin panas semuanya jadi tidak rukun. Kita ini saudara sebangsa dan setanah air. Lebih baik bersatu untuk hadapi tantangan yang akin sulit. Bersatu saja belum tentu mampu menang menghadapi perang dagang, radikalisme, dan revolusi industri," tegasnya.

Kita sekarang ini, lanjut Jokowi, gampang curiga dan mencemooh. Dia menegaskan sikap seperti itu bukan budaya Indonesia. Apalagi, sikap seperti itu tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Presiden mengingatkan saat ini bangsa Indonesia sudah memasuki tahun politik. "Masyarakat harus pandai-pandai dalam memilih pemimpin. Lihat rekam jejaknya. Pernah jadi apa? Apa prestasinya? Bagaimana kinerjanya," pesan Presiden.

Pada pemilihan kepala daerah serentak yang belum lama ini berlangsung, Presiden melihat rakyat semakin pandai memilih pemimpinnya. Dari 171 pemilihan kepala daerah, baik bupati, wali kota, maupun gubernur, rakyat sudah memilih dengan teliti siapa yang pantas memimpin daerahnya.

Di tengah suhu politik kian memanas, Jokowi juga berpesan kepada rakyat agar mengungkapkan fakta yang benar, bukan dibolak-balik. Terlebih saat ini di media sosial tersebar berita bohong atau hoaks yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Menurut Presiden, rakyat Indonesia bebas berekspresi di media sosial. "Rakyat harus punya etika, sopan santun, dan tata krama. Kalau saya digutu-gituin, sudah biasa. Sabar, sabar, sabar, tetapi sabar juga ada batasnya, lo," pungkas Presiden sambil tersenyum.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya