Warga Satu Kampung di Tasikmalaya Terjangkit Penyakit Kulit
Kristiadi
20/4/2015 00:00
(MI/Tiyok)
PULUHAN warga Kampung Palasari, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, sudah enam bulan terakhir terjangkit penyakit kulit. Sampai hari ini, belum ada penanganan khusus dari dinas kesehatan.
''Wabah penyakit kulit ini menimbulkan gatal, kulit berbintik, berair, dan menyebar ke seluruh tubuh. Warga baru bisa berobat ke puskesmas, namun meski sudah diobati penyakit mereka tidak kunjung sembuh,'' papar Dendi Kusniadi, tokoh pemuda Kecamatan Cisayong, Senin (20/4)
Bahkan, ia menambahkan, beberapa warga sudah bolak balik ke puskesmas hingga 10 kali. "Kami menduga penyakit ini berasal dari air, yang dialirkan dari pegunungan melalui pipa ke rumah-rumah warga. Tapi, untuk mengetahui persis, dinas kesehatan seharusnya yang melakukan penelitian," lanjut Dendi.
Sampai hari ini, jumlah warga yang terjangkit mencapai lebih dari 50 orang. Dendi menyebut kondisi ini sangat ironis, dengan laporan pertanggungjawaban Bupati Tasikmalaya yang menyebut capaian kesehatan di wilayahnya sudah pada tingkatan 99,9%.
''Ini aneh, karena sudah enam bulan warga satu kampung terjangkit penyakit kulit, tapi belum ada perhatian,'' papar Dendi. Ditemui terpisah, Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum mengaku belum mendapat laporan adanya wabah penyakit kulit di Cisayong. "Tidak ada laporan dari dinas kesehatan maupun puskesmas. Kami akan mengevaluasi dan menangani wabah ini," janjinya. (N-3)