Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SATU keluarga di RT 5, RW 35, Dusun Beringin Wetan, Desa Sumberadi, Kecamatan Melati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dibawa tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri pada Rabu (11/7). Sempat terjadi penggeledahan sebelum tim Densus 88 membawa satu keluarga itu.
Kepala Rukun Tangga 5 Dusun Beringin Wetan, Sumarjono, menjadi satu-satunya warga yang menyaksikan penggeledahan sekitar pukul 10.00 WIB. Ia mengaku sempat diminta membuka pintu saat penggeledahan.
"Di dalam ada sekitar 10 orang (polisi), di luar 5 orang. Masyarakat yang mau lihat enggak boleh, hanya saya," kata Sumarjono di Sleman, Rabu siang.
Selepas penggeledahan, polisi membawa satu kardus berisi kertas salinan, laptop, gawai, pedang, pisau sangkur, dan busur panah.
"Mobil Kijang dan sepeda motor Vario-nya dibawa. Ya sebatas itu yang dibawa. Tapi siapa saja yang dibawa, saya tidak tahu. Saya hanya menyaksikan penggeledahan," kata dia.
Ia sempat memperlihatkan salinan kartu keluarga (KK) Saefullah. Di KK, Saefullah tercatat sebagai warga Dusun Plumbon, Desa Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul.
Saefullah memiliki istri bernama Sri Suhartati serta empat anak. Namun, beberapa anak Saefullah tidak tinggal bersama.
"Orangnya terbuka. Biasa, senyum kalau ketemu. Biasanya salat berjemaah," kata dia.
Saefullah dan keluarganya sudah sekitar lima bulan tinggal di rumah kontrakan itu. Keluarga tersebut berjualan bakso tusuk kuah di depan swalayan dan martabak.
Sumarjono mengaku mendapat informasi bahwa Saefullah merupakan mantan narapidana terorisme.
"Tapi warga dilarang mengucilkan karena sudah membaur dengan masyarakat," ujarnya.
Di lokasi kejadian, garis polisi terpasang melintang di sebuah rumah kontrakan yang ditinggali keluarga tersebut. Pintu dan jendela rumahnya juga tertutup rapat.
Sementara itu, seorang warga RT 5 Dusun Beringin Wetan, Ridwan Dwi Utomo, menuturkan, penangkapan satu keluarga dilakukan pukul 10.00 WIB. Ridwan mengatakan, rumah ditempati Saefullah, istri, dan tiga anaknya. Satu anak Saefullah bersekolah TK, dan dua lainnya masih balita. Meski begitu, ia tak tahu pasti berapa orang yang dibawa polisi.
Saat berada di luar rumah, ia mengaku hanya melihat istri Saefullah beserta tiga anaknya. Mereka juga membawa sejumlah barang dari rumah, termasuk sepeda motor dan mobil.
"Saya malah ditanyai polisi, 'Ada keperluan apa? Kalau tidak ada keperluan, masuk ke rumah atau jangan mendekat'," kata Ridwan mengingat ucapan seorang polisi.
Ridwan tak tahu posisi Saefullah saat kejadian. Namun, ia sempat bertemu Saefullah pada malam sebelumnya.
Imah, pemilik kontrakan, mengatakan Saefullah menyewa rumah sudah sekitar lima bulan. Ia mengaku jarang berkomunikasi dengan Saefullah.
"Ya kalau pagi sampai siang saya jualan di pasar," ujarnya.
Ia tak tahu persis penyebab Saefullah ditangkap polisi. Namun, ia tahun ada polisi yang mendatangani rumah yang disewakan.
Kapolres Sleman, AKBP Firman Lukmanul Hakim mengatakan tidak mengetahui penangkapan itu.
"Kalau (penangkapan) itu Densus Mabes (Polri) yang turun," ungkapnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved