SEBANYAK 1.200 dari total 2.917 guru honorer madrasah di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, belum menerima uang honor sejak Agustus 2014 hingga Maret 2015. Mereka mengaku sulit memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
"Para guru setiap hari mengeluhkan uang honor yang tidak kunjung dibayar oleh pemerintah selama tujuh bulan," ujar Koordinator Persatuan Guru Madrasah Kota Tasikmalaya, Asep Rizal Al-Asyari, hari ini.
Dalam satu bulan, guru madrasah mendapat uang honor sebesar Rp50 ribu-Rp75 ribu per orang. Dengan honor itu, para guru sudah sangat sulit memenuhi kebutuhan hidup, apalagi sebagian besar dari mereka juga hanya mengandalkan honor guru madrasah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Penyebab belum dibayarnya para guru itu adalah belum turunnya bantuan operasional sekolah. "Keterlambatan pencairan honor karena ada perubahan aturan terkait teknis pencairan. Kami masih menunggu penjelasan dari Dirjen anggaran," kata Dudu Rahman, pejabat kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya. (N-3)