UMKM Harus Naik Kelas dan Berkelanjutan

(DY/N-3)
11/7/2018 03:30
UMKM Harus Naik Kelas dan Berkelanjutan
(Dok MI)

MENANDAI Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA), Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk, Santosa Tarmudji selaku pembina YDBA menyatakan keberadaan yayasan tersebut ialah wujud dari sumbangsih Astra Sejahtera Bersana Bangsa sesuai dengan misi Astra Internastional.

YDBA merupakan perpanjangan tangan PT Astra International Tbk dalam melakukan pembinaan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta program sektor unggulan sebagai program utama.

“Tujuannya untuk mewujudkan komunitas UMKM naik kelas dan awet. YDBA bercita-cita agar UMKM dapat memenuhi standar industri besar (naik kelas) dan memiliki bisnis berkelanjutan (awet),” kata Santosa Tarmudji di sela-sela HUT ke-38 YDBA di lahan petani mitra YDBA di Desa Shabah, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Selasa (10/7).

Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan eksekutif Grup Astra, Kementerian Perindustrian RI, Muspika setempat, dan para petani binaan Lembaga Pengembangan Bisnis Banua Prima Persada (LPB Baprida) Tapin, Kalimantan Selatan.

“Mudah-mudahan melalui YDBA dan pihak terkait akan tumbuh dan berkembang UMKM berkelas sehingga mampu naik kelas dan menjadi usaha besar berkelanjutan,” harapannya.

Dalam perayaan ulang tahun itu diluncurkan Buku Panduan Sektor Unggulan 1.0, sebuah buku berisi tentang pengertian sektor unggulan beserta panduan teknis dalam setiap tahapan pengelolaan sektor unggulan. “Buku ini merupakan intisari pengalaman YDBA dalam mengembangkan sektor unggulan,” lanjut Santosa.

Selain buku, YDBA juga meluncurkan Majalah Edisi Khusus Sektor Unggulan yang berisi kisah-kisah pengembangan sektor ung­gulan di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kegiatan ini, YDBA turut memamerkan UMKM binaan LPB Baprida yang terdiri dari beberapa sektor, yaitu hortikultura (sayuran, buah, dan cabai hiyung), peternakan, madu kalulut, perikanan, dan makanan olahan.  Lembaga tersebut membina dua kabupaten, 14 kecamatan, dan 37 desa di Kalimantan Selatan.

Selain melihat langsung produk-produk UMKM, para tamu merasakan pengalaman menyortir sendiri mentimun hasil pertani­an sesuai standar  yang berlaku di pasar. (DY/N-3)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya