Gogo Massal, Kampanye Meningkatkan Konsumsi Ikan

(M Ahmad Yakub/N-3)
11/7/2018 03:15
Gogo Massal, Kampanye Meningkatkan Konsumsi Ikan
(MI/M A Yakub)

LAPANGAN Desa Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, cukup ramai. Warga berkumpul di lapangan sambil mengarak gunungan berkeliling kampung. Gunungan warna cokelat berisi bingkisan dibungkus plastik kecil. Setelah diamati dari dekat, ternyata di dalam bungkusan plastik kecil yang disusun membentuk gunungan berisi lele olahan. Seusai diarak keliling kampung, gunungan setinggi 2 meter itu dibawa kembali ke lapangan desa.

Gunungan lele olahan yang jumlahnya ada 6.000 plastik kemudian diperebutkan warga. Tidak lama kemudian, lebih dari 100 orang  berbagai usia beramai-ramai menceburkan diri ke bendungan di samping lapangan setempat. Baik laki-laki, perempuan, tua muda, maupun anak-anak mengikuti gogo (menangkap ikan) massal di Dam Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak, Tuban. Ada ikan nila dan bawal di dalam dam yang diperebutkan warga.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara Gemar Makan Ikan (Gemarikan), dan Gemar Makan Telur Minum Susu Putra Putri Indonesia (Gemarampai) yang diselenggarakan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban.

Acara ini makin meriah karena penyelenggara menyediakan hadiah lima  kambing bagi para pemenang. Selain lomba gogo massal juga diadakan lomba masak ikan dengan berbagai kreasi menu.

“Senang bisa menangkap ikan,” kata Dimas, salah satu peserta gogo ikan. Warga Sambonggede ini mengharapkan, acara yang baru pertama kali ini bisa digelar tiap tahun. Hal ini sekaligus menjadi momen untuk menggali potensi kecamatan setempat.
Gerakan makan ikan, telur, dan minum susu di Tuban digalakkan karena konsumsi masyarakat untuk golongan protein itu cukup rendah.

Berdasarkan data Dinas Peternakan  Kabupaten Tuban  menyebutkan, konsumsi telur, ikan, dan susu di Kabupaten tergolong rendah karena di bawah tingkat konsumsi nasional maupun Jawa Timur.

Untuk konsumsi telur nasional sebesar 23,275 kg per kapita setiap tahunnya, dan di Jawa Timur sebesar 8,15 kg per kapita setiap tahunnya.

Sementara itu, di Tuban hanya sebesar 5,56 kg per kapita setiap tahunnya, sedangkan tingkat konsumsi ikan nasional saat ini mencapai 47,12 kg per kapita setiap tahunnya. Di Tuban sebesar 35,40 kg setiap kapita per tahunnya.

Bupati Tuban, Fathul Huda yang hadir bersama istri mengingatkan masyarakat pentingnya konsumsi makanan bergizi. “Dari kegiatan ini agar dapat meningkatkan kualitas gizi bagi anak-anak Tuban,” harap Fathul Huda.

Pada kesempatan itu, ia menginstruksikan agar peningkatan gizi dibarengi dengan peningkatan ekonomi rakyat. Begitu juga program pencanangan kawasan budi daya lele terintegrasi ini akan terus dievaluasi. “Saya akan memantau sendiri. Kalau itu berhasil nanti kita akan kembangkan ke wilayah yang lain,” tegasnya. (M Ahmad Yakub/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya