BBM di Ruteng Masih Langka

Yohanes Manasye
10/7/2018 16:34
BBM di Ruteng Masih Langka
(Petugas SPBU Carep, Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT memasang plang bertuliskan "Bensin Habis". Sementara kendaraan pengguna BBM jenis premium diparkir di dekat nosel sambil menanti tersedianya BBM tersebut---Yohanes Manasye)

BAHAN bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian BBM Umum (SPBU) di Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur masih langka. Di SPBU Mbaumuku, Ruteng, misalnya, hingga Selasa (10/07/2018) siang tak ada lagi stok semua jenis BBM.

"Kondisi saat ini di SPBU sedang kosong. Pak lihat sendiri saja. Kami terpaksa tidak melayani pengisian BBM karena stok habis," ujar penanggungjawab SPBU, Yance.

Ia mengatakan, semua jenis BBM habis terjual sejak Selasa pagi. Stok BBM cepat habis, lanjut Yance, disebabkan karena pihak Terminal BBM tak melayani pendistribusian BBM sesuai permintaan SPBU.

"Jarang sekali mereka (pihak Terminal BBM Reo) melayani penuh sesuai permintaan kami. Selama ini mereka layani separuh dari permintaan," ujar Yance.

Untuk kebutuhan hari itu, SPBU Mbaumuku  meminta 24 kilo liter BBM jenis solar, 16 kilo liter pertalite, 8 kilo liter jenis premium, dan 8 kilo liter jenis pertamax.

"Tapi sampai siang ini belum masuk. Sebelum (pengiriman BBM) ditangani PT Elnusa, masuknya lebih cepat. Tetapi selama ditangani PT Elnusa ini selalu terlambat. Mungkin sebentar malam baru masuk. Sekitar jam 10 atau jam 11 malam," katanya.

Tampak suasana di SPBU Mbaumuku sepi karena pwtugas tak bisa melayani pengisian BBM. Bahkan petugas membungkus mesin pengisian BBM jenis solar agar kendaraan yang menggunakan BBM jenis solar tidak terlanjur masuk area SPBU.

Sementara itu, di SPBU Carep, Ruteng tampak barisan kendaraan roda dua dan empat berjejal mengantre pengisian BBM. Namun di SPBU tersebut hanya tersisa BBM jenis solar, pertamax, dan pertalite. Sedangkan premium sudah kehabisan stok sejak Senin kemarin.

"Premium masuk terakhir hari Sabtu. Minggu sampai hari ini tidak ada pengiriman. Kondisi di SPBU sudah habis sejak Senin pagi," ujar salah seorang karyawan SPBU, Robertus Ngkai.

Ia mengatakan SPBU Carep setiap hari membutuhkan 16 kilo liter premium setiap hari. Namun Terminal BBM Reo hanya melayani 8 kilo liter sehari.

Demikian pula BBM jenis solar, hanya dilayani 8 kilo liter dari 16 kilo liter permintaan sehari. Sedangkan BBM jenis pertamax dan dan pertalite dilayani sesuai permintaan yakni masing-masing 8 kilo liter perhari. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya