PASCA-eksekusi mati TKI asal Bangkalan, Siti Zaenab binti Duhri Rupa, oleh Pemerintah Arab Saudi, kini masih 18 TKI asal Jawa Timur yang masih menunggu nasib serupa. Pemprov Jatim meminta Kemenlu untuk intensif melakukan advokasi ke TKI tersebut.
''Masih ada 18 Warga Jatim yang menunggu nasib serupa, kita minta Kemenlu makin serius memberi advokasi ke mereka,'' kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan Jatim Eddy Purwinarto di Surabaya, hari ini.
Kini 18 TKI asal Jatim yang terancam hukuman mati itu berada di sejumlah penjara di Arab Saudi. Kasusnya bermacam macam, sebagian besar adalah pembunuhan terhadap majikan.
Karena eksekusi mati sudah menimpa Zainab, Pemprov Jatim tidak tinggal diam. Upaya terus dilakukan baik pendekatan ke keluarga korban maupun jalur diplomasi.
''Kemenlu terus berkoordinasi dengan kita untuk mengetahui nasib mereka serta memberikan bantuan hukum. Jangan sampai mereka mengalami nasib serupa dengan Zainab,'' katanya.
Pihaknya mengaku sangat kecewa dengan Arab Saudi karena tidak memberitahu sama sekali bila Zainab akan dieksekusi mati. Bahkan, Pemprov Jatim baru tahu pemberitaan dari media massa.
Awalnya, kata Eddy, Pemprov Jatim akan mengurus semua keperluan jenazah agar bisa dibawa pulang ke Indonesia, namun informasi terakhir sudah dimakamkan di Madinah.
''Sekarang yang bisa kita lakukan hanya bisa menjelaskan ke keluarga di Bangkalan, agar bisa menerima kenyataan ini. Pemerintah sudah berusaha maksimal,'' ujarnya.
Pemprov Jatim sudah all out memperjuangkan mereka agar terhindar dari hukuman mati dengan beroordinasi Kemenlu. Namun, untuk urusan luar negeri pihaknya menyerahkan sepenuhnya urusan itu ke Kemenlu.
Sebagaimana diketahui Pemerintah Arab Saudi mengeksekusi mati Zainab warga Bangkalan yang menjadi TKI di Arab saudi. Zainab dieksekusi tanpa memberitahu ke pihak keluarga atau pemerintah Indonesia. (Q-1)