Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKITAR 40 ribu masyarakat Tionghoa berkumpul di halaman Kelenteng Ing Hok Kiong yang merupakan kelenteng tertua di Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, awal Juli lalu.
Mereka menunggu keluarnya replika tongkang yang sudah disiapkan sejak beberapa bulan lalu. Setelah itu, para peserta bergotong royong dan bahu-membahu mengusung replika tongkang tersebut dari kelenteng.
Di antara kepulan asap hio mengudara dengan aroma wewangian yang menyengat, sorak-sorai peserta dan suara alat musik pukul mengiringi ritual memanggil arwah.
Atraksi itu diperankan beberapa orang ahli, yang diyakini dapat mengundang roh-roh leluhur mereka. Replika tongkang itu digotong secara bergantian, diikuti peserta ritual dan pengunjung yang hadir. Mereka melintasi jalan yang menjadi rute arak-arakan bakar tongkang. Itu dimulai dari Jalan Kelenteng selanjutnya melewati Jalan Perniagaan hingga sampai di lokasi ritual bakar tongkang dilaksanakan.
Sesampainya di tempat tersebut, puluhan ribu uang kertas berwarna kuning emas atau kim cua sudah tertumpuk siap dibakar. Kertas yang diartikan sebagai uang dewa itu bertumpuk-tumpuk mirip permadani yang menjadi alas replika tongkang.
Tidak lama kemudian terdengar peserta memanjatkan doa. Tampak petugas upacara menyiramkan bahan bakar ke atas kim cua. Ribuan hio panas disulutkan menebar bau menyengat. Percikan api menyala melintas membentuk lingkaran dan membakar badan replika tongkang.
Acara puncak yang ditunggu akhirnya pun tiba. Replika tongkang jatuh ke arah laut dan darat. Masyarakat Tionghoa yang mengikuti upacara ritual itu sangat memercayai harapan untuk mengundang rezeki yang akan datang berasal dari kedua arah tersebut. "Rezeki tahun ini akan datang dari laut dan darat," ungkap Anto, warga keturunan yang menyaksikan acara itu.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Fahmizal Usman, mengatakan Festival Bakar Tongkang 2018 yang merupakan kerja sama dengan Kabupaten Rokan Hilir berhasil mendatangkan 69 ribu wisatawan.
"Data pengunjung yang terkumpul sementara sebanyak 69 ribu wisatawan, terdiri dari 40 ribu orang wisatawan Nusantara dan 29 ribu orang wisatawan mancanegara," kata Fahmizal.
Data itu didasar hitungan jumlah kamar hotel dan jalur pintu masuk transportasi. "Pada tahun lalu acara ini telah mendatangkan 52 ribu pengunjung. Berarti ada peningkatan sekitar 30%," tambah Fahmizal.
Pada kesempatan itu Wakil Bupati Rokan Hilir Jamiluddin mengatakan festival bakar tongkang ini merupakan acara pariwisata nasional yang rutin digelar setiap tahunnya di Kota Bagansiapiapi.
"Ritual ini untuk memperingati kehadiran masyarakat Tionghoa ke Bagansiapiapi pada 1820. Melalui ritual ini, masyarakat Tionghoa berjanji mengembangkan diri di Kota Hong Kong van Andalas ini," Jamiluddin menambahkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved