Remaja Harus Perkuat Literasi Sains dan Riset

Liliek Dharmawan
10/7/2018 06:00
Remaja Harus Perkuat Literasi Sains dan Riset
(MI/Liliek Dharmawan)

REMAJA harus meningkatkan minat di bidang riset dengan memperkuat literasi sains dan berpikir kreatif serta inovatif. Salah satu caranya dengan mengikuti Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) yang dibuka di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, kemarin.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko saat membuka PIRN mengatakan perkemahan itu merupakan langkah konkret untuk meningkatkan minat riset serta menguatkan literasi sains di kalangan muda.

"Gelaran PIRN tidak hanya memfokuskan mereka menjadi periset, tetapi juga memiliki pemikiran yang inovatif dan kreatif sebab untuk masuk birokrat, guru, pengusaha, dan lainnya, dibutuhkan pemikiran-pemikiran kreatif dan inovatif," kata Handoko.

PIRN tahun ini diikuti 450 siswa setingkat SMP dan SMA serta 150 guru pendamping dari total 2.047 pendaftar PIRN. Mereka berasal dari 32 provinsi. Penyelenggaraan PIRN ini bertujuan menanamkan budaya riset sejak dini, khususnya bagi para generasi muda dan guru pembinanya.

Pada kesempatan sama Pelaksana Tugas Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi berharap, PIRN tersebut akan menjadi ajang efektif bagi pembinaan kompetensi remaja. "Dari Purbalingga banyak potensi pertanian dan industri lainnya. Kami berharap nantinya ada inovasi sehingga potensi yang ada di Purbalingga akan lebih berdaya guna untuk kesejahteraan masyarakat," ujar Dyah.

Pada pelaksanaan PIRN ini, para siswa didampingi para instruktur mumpuni dari LIPI. Materi diberikan Balai Informasi Teknologi LIPI dan Badan Ekonomi Kreatif.

 

Mobil hemat energi

Di Jawa Timur, mobil Sapuangin karya mahasiswa Institut Sepuluh November (ITS) Surabaya berhasil menjadi juara dunia dalam kompetisi Shell-Eco Marathon World Driving Championships di London, Inggris, sebagai mobil hemat energi.

Sapuangin ITS Surabaya berhasil finis terdepan dalam race final di arena balapan Queen Elizabeth Olympic Park, London. Mobil Sapuangin berhasil melalap 10 putaran di arena sepanjang 6,7 km pada final yang digelar Sabtu (8/7) siang waktu di London, atau Minggu (9/8) malam WIB. Tim Sapuangin ITS tiba pertama di garis finis, disusul tim Sask Eco UC dari Kanada dan tim INSA de Toulouse dari Prancis.

"Alhamdulillah, mobil Sapuangin juara tercepat dan hemat energi dalam kompetisi ini. Kemenangan ini tidak lepas dari kekompakan tim menerapKan strategi terukur," ungkap Billy Firmansyah, Manajer Nonteknis Sapuangin ITS, dalam pesan tertulisnya.

Menurutnya, tim Sapuangin ITS sengaja memasang strategi dengan terus menggunakan kecepatan sedang di putaran awal. Pengemudi harus mengatur kecepatan maksimal 40 km/jam agar efisiensi energi menjadi seimbang.

Di ajang balap mobil hemat energi itu, Asia diwakili tiga tim yang semuanya dari Indonesia. Selain ITS dengan mobil Sapuangin, ada tim Semar Urban dari UGM dan tim Garuda dari UNY.    (AB/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya