Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendukung para kepala desa mengalokasikan dana desa untuk membangun embung. Namun, mereka meminta pemilihan lokasi pembangunan embung dipilih yang terbaik sehingga terus mendapat pasokan air.
"Meski tidak semua desa, embung dibutuhkan untuk menanggulangi masalah kekeringan di musim kemarau. Apdesi sangat mendukung jika ada desa yang hendak membangun embung," tutur Ketua Apedesi Cianjur, Beni Irawan, Minggu (8/7).
Ia mengakui tidak semua desa bisa membangun embung. Ada desa di dataran tinggi yang tidak mungkin membangunnya karena tidak ada pasokan air.
Kementerian Desa, lanjutnya, sudah memberikan prioritas proyek yang bisa menggunakan dana desa. Embung desa menjadi salah satunya, selain badan usaha milik desa, sarana olahraga, dan produk asli desa.
Untuk mengatasi kemarau, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cianjur, Wiguno Prihantono, mengaku tahun ini pihaknya membangun tiga embung di Cianjur selatan dan dua irigasi. "Kami juga memperbaiki kerusakan di aliran tiga sungai akibat bencana alam." Berbeda dengan petani di daerah lain, di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, petani justru bisa tersenyum lebar, saat kemarau datang. "Hasil panen kami dari kebun sayur sangat melimpah. Keuntungan kami juga bertambah karena di musim kemarau tidak perlu membeli obat hama," kata Cahya Rohman, 55, petani di Desa Langensari.
Selain tidak bermasalah dengan air, pada musim kemarau, komoditas sayuran mereka dihargai tinggi. Tomat yang biasanya hanya dijual Rp3.000-Rp4.000 bisa menjadi Rp6.000 per kilogram, buncis Rp12 ribu, dan harga cabai rawit melonjak menjadi Rp42 ribu.
Musim kemarau membuat Polres Sijunjung, Sumatra Barat, melakukan antisipasi mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Dengan menggelar Operasi Bina Karuna 2018, polres mengajak warga di kawasan perkebunan Jorong Kambuik Koman, Nagari Pematang Panjang, untuk tidak membakar lahan.
Satgas operasi yang dipimpin Iptu Ulgarmaini terus mendatangi warga untuk memberikan penyuluhan. "Nagari Pematang Panjang termasuk kawasan hutan dan kebun yang luas sehingga satgas memilik lokasi ini untuk menggelar penyuluhan," kata Ulgarmaini.
Sementara itu, untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah, dua helikopter bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana tiba di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, kemarin. "Pemerintah pusat menjanjikan tiga helikopter di Kalteng. Helikopter yang sudah datang akan digunakan untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan," ujar Kepala Badan Pengendalian Bencana dan Pemadam Kebakaran Kalteng, Darliansyah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved