Dilematis Tertibkan Transportasi Laut

Rendy Ferdiansyah
09/7/2018 02:15
Dilematis Tertibkan Transportasi Laut
(MI/Rendy Ferdiansyah )

SEBAGAI provinsi yang dikelilingi pulau-pulau, Bangka Belitung mengandalkan transportasi laut untuk masyarakat. Tidak sedikit pelabuhan tikus tumbuh subur di sana. Seperti apa penertiban pelabuhan dan transportasi ilegal di 'Negeri Laskar Pelangi' itu? Berikut wawancara wartawan Media Indonesia, Rendy Ferdiansyah, dengan Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan.

Di mana saja terdapat pelabuhan ilegal?

Babel ini kan kepulauan. Jadi, pelabuhan ilegal yang tidak memadai atau biasa disebut pelabuhan tikus banyak sekali. Seperti di Toboali Bangka Selatan, Sungai Selan Bangka Tengah, Bangka Barat dan Belinyu Bangka Induk.

Transportasi laut ilegal apakah tumbuh subur di daerah Anda?

Seiring dengan banyaknya pelabuhan ilegal, (pelabuhan tikus) menjadi celah bagi masyarakat membuka lapangan usaha jasa transportasi ilegal. Tentunya dengan kondisi kapal yang tidak memadai karena tidak dilengkapi dengan keselamatan penumpang.

Kenapa Anda katakan dilematis dalam menindaknya?

Memang saya akui ini dilematis. Di sisi lain itu sumber kehidupan masyarakat, tapi di lain sisi keberadaan transportasi ilegal ini membahayakan keselamatan penumpang.

Apa tindakan Anda agar kejadian seperti KM Sinar Bangun tidak terulang?

Dalam rencana induk pelabuhan sebetulnya sudah ada rencana beberapa pelabuhan. Untuk mengantisipasi adanya pelabuhan penyeberangan ilegal sehingga nanti akan melalui pelabuhan resmi. Rencananya ada di Permis dan beberapa titik yang sudah masuk rencana induk. Menyikapi musibah yang terjadi di Danau Toba, kita minta perusahaan angkutan penyeberangan dapat mengutamakan keselamatan penumpang ketimbang mementingkan keuntungan. Ada kondisi yang wajib dipenuhi. Safety first itu yang utama, sediakan pelampung, muatan sesuai kapasitas dan sertifikasi kapal. Jangan modifikasi kapal untuk menampung penumpang lebih banyak. (N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya