16 Desa Lereng Gunung Terkena Dampak

(OL/N-1)
09/7/2018 00:45
16 Desa Lereng Gunung Terkena Dampak
(ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

SEBANYAK 16 desa di lima kecamatan di Kabupaten Karangasem, Bali, yang berada di lereng Gunung Agung terkena dampak langsung dari letusan freatik. Lima kecamatan itu ialah Rendang, Selat, Bebandem, Abang, dan Kubu. Sebanyak 16 desa tersebut terkena dampak langsung letusan berupa debu vulkanis.

Kondisi itu menyebabkan berbagai jenis tanaman pertanian, hortikultura, makanan ternak, sayur, dan bunga terpapar debu. "Memang debunya tidak konstan, tetapi sekali turun langsung menutup tanaman. Ada yang mati langsung," ujar Gede Rama Andika, warga Banjar Jungutan Karangasem, Minggu (8/7).

Kondisi yang sama terjadi di beberapa desa lain, yaitu tanaman mengering. Memang tidak semua titik di desa terkena dampak erupsi Gunung Agung. Bila hujan langsung turun, debu dengan sendirinya akan bersih sehingga tanaman akan hidup kembali.

Sebaliknya bila beberapa hari tidak hujan, tanaman akan mati. "Yang paling kesulitan adalah para peternak. Banyak rumput mengering. Mereka harus mencarinya ke desa tetangga atau memotong dedaunan kemudian mencucinya terlebih dahulu sebelum diberikan kepada ternak.

Wakil Bupati Karangasem Wayan Artha Dipta mengatakan, hingga saat ini belum ada pendataan secara detail terkait dengan kerugian tersebut. Ia menyebut sifat abu vulkanis tidak permanen. Guyuran abu vulkanis tidak berlangsung lama dan tidak sampai menebal.

Aktivitas Gunung Agung saat ini mengalami erupsi susulan cenderung fluktuatif. Data seismograf menunjukkan energi magma tidak besar. Kepala Subbidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana, menjelaskan Gunung Agung sempat tidak mengalami erupsi selama 36 jam terakhir. "Namun, pukul 05.22 Wita Gunung Agung kembali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 1.500 meter dari atas puncak dengan abu mengarah ke barat," ujar dia saat ditemui di Pos Pengamatan Gunung Agung, Desa Rendang, Karangasem, Minggu (8/7).





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya