Alokasi Pupuk Meningkat, Cilacap Genjot Produksi Padi
Liliek Dharmawan
14/4/2015 00:00
(ANTARA/Aguk Sudarmojo)
JATAH pupuk bersubsidi khususnya jenis urea untuk Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), melonjak dan menjadi modal untuk peningkatan hasil produksi padi tahun 2015. Target produksi diperkirakan mencapai 860 ribu ton setara beras dengan arel tanam selama setahun sebanyak 145 ribu hektare (ha).
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dintannak) Cilacap Gunawan mengungkapkan untuk mendukung peningkatan produksi, Cilacap telah mendapat tambahan kuota pupuk bersubsidi. Seperti jenis urea, untuk tahun 2015 mendapat jatah 35 ribu ton atau meningkat dari tahun sebelumnya 34,5 ribu ton. "Jatah tersebut terus meningkat jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Misalnya pada 2013 hanya kisaran 30 ribu ton dan 2012 mendapat kuota 38,9 ribu ton," jelas Gunawan, hari ini.
Dikatakan oleh Gunawan, selaian urea, jatah pupuk yang mengalami kenaikan di antaranya adalah ZA naik dari 4.907 ton menjadi 5.500 ton dan NPK naik dari 15.164 ton menjadi 15.200 ton. Namun demikian, kata Gunawan, untuk pupuk jenis SP-36 menurun menjadi 8 ribu ton dari sebelumnya 8.086 ton. "Dengan naiknya jatah pupuk bersubsidi tersebut, kami mendorong peningkatan produksi pada tahun 2015," kata dia.
Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penyelewengan pupuk, pihaknya bekerja sama dengan kepolisian untuk melakukan penindakan. "Bahkan, beberapa waktu lalu, Polres Cilacap juga telah menindak tiga orang yang menjadi tersangka penyelewenangan pupuk bersubsidi. Ke depannya, kami tetap melakukan pemantauan secara intensif, agar pupuk bersubsidi benar-benar sampai ke petani," Âujarnya.
Selain itu, Dinpertannak juga menjalin kerja sama dengan TNI untuk mewujudkan Indonesia swasembada pangan. "Kami telah melakukan rapat dengan Danramil dan Babinsa untuk membicarakan intensifikasi pertanian. Jadi tugasnya mereka bersama dengan petugas penyuluh lapangan (PPL) mendorong warga untuk menanami tanah-tanah yang kosong," tandasnya. (Q-1)