Dua Jam Lima Kali Gempa, Dua Rumah Rusak di Sukabumi

Benny Bastiandy
07/7/2018 20:00
Dua Jam Lima Kali Gempa, Dua Rumah Rusak di Sukabumi
(Ilustrasi/ANTARA FOTO/Budiyanto)

SEBANYAK dua unit rumah di Kampung Cimanggu RT 03/02, Desa/Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terdampak terjadinya lima gempa dalam kurun dua jam, Sabtu (7/7). Tingkat kerusakan kedua rumah itu dikategorikan sedang dan ringan.

Dua rumah terdampak gempa milik Aah Maryani, 35, dan Maman Suryaman, 44. Rumah Aah mengalami kerusakan pada dinding rumah sebelah kanan atas. Sedangkan rumah Maman rusak karena tertimpa reruntuhan ambruknya dinding batako di rumah Aah.

Kerusakan rumah Maman lebih parah dibanding rumah Aah. Kerusakan pada bagian atap dan tiga ruangan yakni kamar mandi, dapur, dan kamar anak. Selain itu, satu unit televisi dan satu unit PlayStation juga turut rusak.

"Tidak ada korban jiwa. Hanya kerugian materi. Unsur muspika, desa, relawan BPBD, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, serta relawan Tagana sudah bergerak. Pemilik rumah dievakuasi ke rumah kerabatnya," tutur Kapolsek Kalapanunggal, AK Mijo, Sabtu (7/7).

Menurut informasi yang bersumber dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lima kali gempa terjadi dalam waktu kurang dari dua jam. Seluruh gempa berpusat di perairan Kabupaten Lebak, Banten.

Getaran gempa dirasakan pada pukul 10.53 WIB gempa berkekuatan 3,2 skala Richter pada kedalaman 16 kilometer, pukul 10.56 WIB gempa berkekuatan 4,4 SR kembali mengguncang dengan kedalaman 5 km, selanjutnya pukul 11.01 WIB berkekuatan 4,1 SR dengan kedalaman 5 km, pukul 12.18 WIB berkekuatan 4,5 SR dengan kedalaman 6 km, dan pukul 11.23 WIB berkekuatan 4,6 SR dengan kedalaman 6 km.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman, mengaku masih mendata kerusakan akibat dampak lima kali terjadinya getaran gempa. Hingga kini masih menunggu laporan dari para relawan di lapangan.

"Kami baru menerima laporan kerusakan dari Kecamatan Kabandungan. Belum ada lagi laporan yang masuk," kata Eka. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya