Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA esktrem dengan suhu sangat rendah terjadi di Kawasan Dieng di Banjarnegara, Jawa Tengah. Suhu diperkirakan mencapai 0 derajat Celcius, bahkan bisa sampai -5 derajat Celcius. Ada puluhan hektare yang terkena embun beku di wilayah setempat.
Kepala Desa Dieng Kulon, Slamet Budiono, mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir sudah mulai muncul embun beku atau yang lebih dikenal dengan sebutan masyarakat setempat bun upas.
"Yang cukup luas tadi pagi. Tadi mengukur suhu, di bawah 0 derajat Celcius. Kemungkinan ya sekitar -4 hingga -5 derajat Celcius. Sebab, embun yang berada di areal tanaman kentang memutih semua, menjadi butiran es," jelas Slamet, Jumat.
Menurutnya, fenomena bun upas tersebut hampir setiap tahun terjadi di Kawasan Dieng yang memiliki ketinggian di atas 2 ribu meter di atas permukaan laut (mdpl).
"Kalau dihitung, ada luasan sekitar 30 ha yang terkena embun es. Jelas hal itu bakal berdampak pada tanaman kentang. Kalau tanaman kentang dengan umur di bawah 60 hari, ada kemungkinan akan puso. Daun tanaman kentang bakal menguning seperti terbakar," ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa fenomena bun upas tersebut belum mencapai puncaknya karena baru awalan.
"Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ada kemungkinan bun pas masih akan terus terjadi dan akan mencapai puncaknya pada pekan-pekan mendatang," kata Slamet.
Terpisah, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhi, mengungkapkan kalau saat sekarang terjadi cuaca ekstrem dengan munculnya bun upas. Sebab, dengan suhu dingin mencapai 0 derajat Celcius maka menyebabkan embun menjadi beku.
"Ada perubahan suhu secara signifikan suhu pada awal musim kemarau. Akibat langsung dari perubahan suhu tersebut adalah munculnya fenomena embun es di Dieng," jelasnya.
Dia mengatakan dengan munculnya embun es tersebut berdampak buruk pada petani sayuran di Dieng khususnya tanaman kentang.
"Sebetulnya ada langkah antisipasi dengan perlunya pengaturan pola tanam yang memanfaatkan info iklim BMKG. Info iklim tersebut bisa memilih dan menanam varietas tanaman yang sesuai dengan kondisi cuaca saat sekarang," tambahnya. (OL-1
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved