Jokowi Minta Bupati Berorientasi pada Ekspor

Rudy Polycarpus
06/7/2018 18:28
Jokowi Minta Bupati Berorientasi pada Ekspor
(ANTARA)

PRESIDEN Joko Widodo meminta pemerintah kabupaten mengutamakan pelayanan terhadap investor yang berorientasi pada ekspor.

Menurutnya, proses perizinan yang cepat bisa mendorong kinerja ekspor nasional. Jokowi mengatakan, langkah tersebut untuk memperbaiki neraca perdagangan yang sedang defisit karena impor lebih besar daripada ekspor.

"Tutup mata langsung berikan (izin) detik itu juga. Ini yang harus diperbaiki secara bersama antara pusat dan daerah. Harus bekerja bersama-sama," ujarnya saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XI Asosiasi Pemerintah Kabupten Seluruh Indonesia (APKASI) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Tangerang, Jumat, (6/7).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada Mei 2018 kembali mengalami defisit yaitu sebesar ASD1,52 miliar.

Menurut Jokowi, investasi dan ekspor merupakan kunci pertumbuhan ekonomi. Investasi, akan datang kalau pemerintah melayani dengan baik para investor melalui percepatan perizinan. Oleh sebab itu, jelasnya, kecepatan merupakan kunci untuk meningkatkan daya saing.

"Kuncinya di situ , kecepatan. Kecepatan bertindak, melayani. Mindset itu harus kita miliki sekarang ini. Tanpa itu jangan berbicara lagi mengenai daya saing. Kalau kita masih rutinitas dan monoton tidak melakukan terobosan, ini akan menyebabkan daya saing kita rendah dan ditinggal negara lain," tandasnya.

Ketika pemerintah bisa memberikan pelayanan cepat dan diiringi peningkatan ekspor, maka angka kemiskinan bisa terus ditekan. Meski tiap tahun tingkat kemiskinan menurun, Jokowi menilai angkanya masih cukup tinggi." Kita harapkan tahun ini akan keluar lagi satu digit angka kemiskinan kita. Kita semuanya ingin angka kemiskinan ini nol tidak ada kemiskinan," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya