Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) mengambil langkah membenahi sistem pelayaran di Danau Toba, Sumatra Utara, setelah insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan tersebut, Senin (18/7). Sebanyak 164 korban belum ditemukan sampai sekarang.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan pembenahan dilakukan dengan melatih 100 warga di sana untuk menjadi petugas syahbandar.
"Kami berharap, dengan upaya yang dilakukan ini, kasus seperti KM Sinar Bangun tak terjadi lagi ke depan," kata Budi di sela-sela menjadi pembicara dalam acara dialog Indonesia, di Medan, Kamis (5/7).
Dia menjelaskan, dengan kejadian KM Sinar Bangun, Kemenhub berkoordinasi dengan Mendagri dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk menambah petugas pengawas langsung dari pemerintah pusat untuk pelayaran di Danau Toba.
"Saya pikir operasional bisa dilakukan provinsi dan kabupaten. Untuk kompetensi pengawasan akan dilakukan dari pusat," tutur Budi.
Dalam pengelolaan pelayaan di Danau Toba, kata Budi, pengawasan standar operasional pelayaran akan dilakukan bersama dengan TNI/Polri. Kemenhub juga akan melakukan ramp check terhadap armada-armada yang ada di sana, terutama yang berkaitan dengan fitur-fitur keselamatan. "Yang tak memenuhi akan kami peringatkan," katanya.
Sementara itu, korban KMP Lestari Maju menerima santunan dari PT Jasa Raharja dan Bupati Kepulauan Selayar, Basli Ali, kemarin. "Kami tahu berapa pun nilai santunan tidak mampu mengobati luka dan duka yang dialami korban. Namun pemerintah harus hadir," kata Basli Ali.
Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Selatan, Jahja Joel Lami, mengatakan santunan korban meninggal dunia yang diberikan Jasa Raharja ialah Rp50 juta per korban.
Dari total 35 korban meninggal dunia, santuan sudah dibayarkan kepada 18 ahli waris, 13 domisili di Selayar, dan 5 di luar Selayar, yakni 4 orang di Watampone dan 1 di Sidoarjo. Sementara itu, 17 orang akan diberi hari ini atau besok. Petugas masih melakukan verifikasi.
Salah satu korban meninggal dunia tenggelamnya KM Lestari Maju ialah Hari Lasmono, 49 warga Taman Aloha, Desa Wage, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Jenazah Hari dimakamkan di TPU Delta Praloyo Sidoarjo, kemarin. Hari Lasmono ialah supervisi di PT ASDP Ferry Indonesia.
Kecelakaan kapal juga menimpa perahu yang menyeberang di Sungai Batang Ombilin Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat, kemarin. Perahu berpenumpang lima orang itu terbalik dan menewaskan satu orang.
Pelabuhan ditutup
Cuaca buruk menyebabkan pelayaran di sejumlah daerah terganggu. Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, ditutup sementara karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.
Wilayah Cirebon, Jawa Barat, sedang dilanda angin kencang. Prakirawan BMKG Stasiun Jatiwangi, Ahmad Faa Izyn , menjelaskan saat ini terjadi badai Maria di utara Indonesia yang memicu angin kencang.
(HS/LN/YH/UL/MG/RF/PO/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved