Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERISTIWA ledakan bom di rumah kontrakan terduga teroris di lingkungan Gajah Pogar (Pogar Layangan), Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, tidak mengejutkan polisi. Pasalnya, keberadaan terduga teroris itu sudah jauh-jauh hari terindentifikasi petugas kepolisian.
"Sudah lama kami mengidentifikasinya. Keberadaan keluarga itu terus kami pantau. Makanya begitu ada laporan masyarakat terjadi ledakan, saya langsung ke lokasi dan malah sempat dilempari bom,," kata Kapolsek Bangil, Kompol Muhammad Iskak, di Pasuruan, Kamis (5/7).
Meski sudah lama teridentifikasi, pihak kepolisian tidak bisa serta merta bertindak untuk menangkapnya. Karena aturan (Undang-Undang Terorisme) yang tidak memungkinkan polisi bertindak jauh.
"Awalnya dari laporan warga, jika ada pendatang baru yang mengontrak, tapi jarang bersosialisasi dengan masyarakat. Kami terus menindaklanjutinya dan berhasil mengidentifikasinya. Selanjutnya, kami ajak masyarakat untuk bersiaga menjaga lingkungan," ungkap Iskak.
Karena sudah ada imbauan dari petugas kepolisian itu lah, warga dengan cepat bertindak begitu ada kejadian. Terbukti, warga berani melawan terduga teroris dengan berupaya menghalanginya saat hendak melarikan diri.
Bahkan terduga teroris, Anwar Abdullahbatau Anwardi, saat melarikan diri sempat menyerang Kapolsek Bangil bersama sejumlah anggotanya yang sudah ada di lokasi kejadian.
"Saya tadi tidak takut. Karena langsung diserang dan dilempar bom, otomatis secara refleks menghindar sebagai upaya membela diri. Kami dan warga tadi juga berupaya untuk mencegahnya agar tidak lari, meski akhirnya lolos," pungkas Iskak.
Sementara, dari olah TKP, petugas tim Gegana Polri berhasil menemukan sejumlah bom low explosive yang langsung diledakkan dan diurai. Selain itu, sejumlah dokumen dan buku-buku berisikan tentang jihad diamankan dari rumah kontrakan pelaku.
Setelah pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti dan lokasi dianggap aman, puluhan warga datang berduyun-duyun mendekati lokasi untuk melihat dari dekat rumah kontrakan teroris itu. Meski demikian, warga tetap tidak diperbolehkan melintasi garis polisi line yang dipasang di sekitar rumah terduga teroris. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved