Menaruh Harapan Usai Tambora Resmi Jadi Taman Nasional

Puput
12/4/2015 00:00
Menaruh Harapan Usai Tambora Resmi Jadi Taman Nasional
(MI/ATET DWI PRAMADIA)
SEJUMLAH Komunitas Pecinta Alam (KPA) Gunung Tambora yang tergabung dalam Wahana Pecinta Alam Tambora (Wanatara) menaruh harapan besar atas perubahan status Gunung Tambora menjadi Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT).

Arifin alias Adet, salah seorang pendiri Generasi Muda Penjelajah Rimba dan Pendaki Gunung (Gampping) mengungkapkan, bahwa sejatinya anggota KPA di wilayah Dompu dan Bima menyambut positif diresmikannya TNGT.

"Kami welcome sepanjang itu mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, minimal mereka bisa dapat mata pencaharian. Tetapi sebenarnya, pemerintah dan organisasi pemuda disini perlu bicara lebih jauh lagi," ujarnya kepada Media Indonesia di Dusun Pancasila, Desa Tambora, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/4).

Hal-hal yang perlu dibicarakan, menurut Adet, bukan hanya masalah finansial pendakian melainkan pembagian porsi pemerintah daerah (Pemda) dan KPA. Untuk itu, perlu adanya ruang komunikasi diantara keduanya. Selain itu, pihaknya berharap pemerintah bisa lebih serius memperhatikan pemeliharaan Gunung Tambora. Mulai dari manajemen yang bagus agar ke depannya TNGT menjadi lebih baik.

"Mudah-mudahan dengan jadi TNGT ini, kekurangan sepanjang jalur akan diperbaiki. Tapi yang terpenting memang harus duduk sama-sama dulu," katanya. Hal senada diutarakan Saipul Bahri, Ketua Kelompok Pecinta Alam Tambora (K-Pata). Menurutnya, kerja sama antara pihaknya dengan Pemda yang sudah terjalin baik harus terus dijaga. Dengan dijadikannya gunung tertinggi di NTB menjadi TNGT, seharusnya hubungan kerja sama itu semakin kompak.

"Setelah acara ini akan ada acara bersih gunung, beberapa kekurangan sepanjang jalur akan kita perbaiki. Dananya kita alokasikan dari biaya registrasi pendakian," paparnya. Berkaitan dengan pelestarian lingkungan, sambung Ipul, itu pun menjadi salah satu tujuan TNGT. Untuk itu, masyarakat harus diberikan pemahaman mengenai gunung. "Pelaku ilegal loging dan kerusakan hutan harus dibuat jera. TNGT bisa semakin memperkuat, sehingga ini pas untuk Tambora," tandasnya. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya