Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BERBAGAI upaya terus dilakukan pemerintah untuk menanggulangi bencana kekeringan. Di Lamongan, Jawa Timur, Bupati Fadeli mengaku memilih menormalisasi Waduk Prijetan, di Kecamatan Kedungpring dan jaringan irigasinya.
"Biayanya diperkirakan mencapai Rp112 miliar. Normalisasi berguna untuk mengatasi bencana kekeringan dan menanggulangi banjir di kawasan selatan Lamongan," ujar Fadeli, Rabu (4/7).
Dana untuk proyek itu sudah digulirkan sejak dua tahun terakhir. Tahun lalu ada anggaran Rp22 miliar untuk normalisasi jaringan irigasi. Tahun ini dan tahun depan, anggaran akan dikucurkan untuk pengerukan sedimentasi waduk dan konservasi daerah aliran sungai.
"Waduk Prijetan memiliki kapasitas tampung air hingga12 juta meter kubik. Tapi karena sedimentasi, (kapasitasnya) sudah berkurang menjadi 9,7 juta meter kubik saat ini," tandas Fadeli.
Pembangunan embung juga dipilih Pemkab Sukabumi untuk tujuan serupa. "Wilayah Sukabumi selatan rawan mengalami kekering-an saat kemarau. Untuk itu, dalam rencana jangka panjang, kami sudah mengonsep untuk membangun sejumlah embung," ujar Kepala Dinas Pertanian Dedah Herlina.
Seperti waduk, embung akan digunakan untuk menyimpan air yang turun pada musim penghujan. Saat kemarau terjadi, sawah petani akan tetap mendapat pasokan air lewat saluran irigasi dari embung.
Di Kabupaten Indramayu, petani juga terus berusaha menyelamatkan areal tanaman padi mereka dari kekeringan. Salah satu upaya mereka ialah membuat sumur pantek di tengah persawahan.
Upaya itu sudah dilakukan para petani di Desa Kertanegara, Sumbermulya dan Cipancuh, Kecamatan Haurgeulis. "Sumur pantek terpaksa dibuat petani karena air dari Waduk Cipancuh sudah mengering," ungkap pengamat sosial, Kanto.
Kekeringan yang semakin parah dilaporkan terjadi di Purbalingga, Jawa Tengah dan Sumenep, Jawa Timur. Karena sumur sudah kering, ratusan warga di Purbalingga harus mencari air bersih ke sungai-sungai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved