Pekan Ini, Bulog NTT Mulai Serap Beras Petani

Arnold Dhae
12/4/2015 00:00
Pekan Ini, Bulog NTT Mulai Serap Beras Petani
(Antara/Yusran Uccang)
BULOG Devisi Regional Nusa Tenggara Timur mulai menyerap beras petani mulai pekan depan. Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog NTT Alexander Malelak di Kupang Minggu (12/4) mengatakan penyerapan bulog tersebut masih terbatas di tiga sentra produksi padi mengingkat sebagian besar petani belum memasuki panen raya.

Tiga daerah itu ialah Persawahan Lembor, Manggarai Barat, dan dua persawahan masing-masing di Sumba Barat, dan Manggarai. Beras yang dilepas petani sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) yang sebesar Rp7.300 per kilogram (kg).
"Berikutnya akan dilakukan penyerapan beras di Pulau Rote," ujarnya kepada Media Indonesia.

Saat ini harga beras di tingkat petani masih di atas HPP yakni berkisar Rp8.000 per kg sampai Rp8.500 per kg. Akan tetapi pada panen raya,  harga beras di petani biasa turun di bawah HPP antara Rp6.000 per kg sampai Rp7.000 per kg.

Ia mengatakan tahun ini Bulog NTT akan menyerap 15.000 ton beras. Jumlah itu sama seperti target pada 2014, namun penyerapan beras pada 2014 hanya mencapai 5,4 ton.

Persawahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang petani belum bersedia menjual beras ke petani karena harga beras masih di atas HPP. Harga beras di daerah itu Rp10.000 per kg, namun cenderung turun menyusul beras yang masuk ke pasar terus bertambah.

Imanuel Polin, petani setempat mengatakan pada panen raya, harga beras petani anjlok sampai Rp5.000 per kg. Kondisi itu membuat petani rugi. "Jika harga beras anjlok, petani biasa menjual beras ke bulog," ujarnya. (Q-1)






Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya