Pemerintah Belanda Belajar Deradikalisasi dari Indonesia

M Yakub
04/7/2018 18:25
Pemerintah Belanda Belajar Deradikalisasi dari Indonesia
(ANTARA)

MENTERI Luar Negeri Kerajaan Belanda Stephanus Abraham Blok menyampaikan, Indonesia memberi teladan bagi dunia cara efektif untuk menangani terorisme.

Itu disampaikannya Abraham saat mengunjungai Yayasan Lingkar Perdamaian yang didirikan eks kombatan Ali Fauzi di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Lamongan, Jawa Timur, Rabu (4/7) sore.

Dia mempercayai, pemerintah tidak bisa efektif melawan paham radikalisme dan terorisme dengan hanya mengandalkan hukuman, atau hard power bagi pelakunya. Pemerintah, kata dia, harus menunjukkan bahwa ada opsi lain, melalui edukasi, untuk kehidupan yang lebih baik, atau melalui pendekatan soft power.

Abraham mengatakan, alasan utama mengunjungi Desa Tenggulun untuk melihat apa yang sudah dicapai Ali Fauzi melalui Yayasan Lingkar Perdamaian. Dia juga sangat tertarik dengan apa yang dikerjakan Yayasan Lingkar Perdamaian, bersama mereka yang memiliki masa lalu terorisme.

"Ini merupakan kunjungan yang sangat berkesan. Karena seumur-umur, belum pernah berjabat tangan dengan begitu banyak eks teroris," ujarnya.

Indonesia, lanjut dia, memiliki banyak pengalaman serangan teroris. Namun, di sisi lain, juga punya pengalaman terkait program deradikalisasi. Dikatakannya, Belanda saat ini memiliki beberapa warga negaranya yang bergabung dengan Daesh (IS) dan sudah kembali ke Belanda.

Mereka ini, terang dia, tentu harus dihukum sesuai undang-undang yang berlaku. Namun, upaya hukum tersebut, menurut Abraham, harus dibarengi dengan edukasi, agar mereka tidak kembali ke paham radikal dan menyebarkannya. Edukasi uga penting dilakukan terutama pada generasi muda agar tidak mengikuti paham ekstremisme.

Indonesia merupakan negara muslim terbesar dengan pandangan moderat, yang mampu bekerja sama dengan agama lain.

"Apa yang kami dapat hari ini, akan kami bawa bersama rekan kerja kami ke Belanda, untuk masa depan yang lebih baik bagi semuanya," pungkas dia.

Kedatangan rombongan Kementerian Luar Negeri Pemerintah Kerajaan Belanda ini disambut dalam sebuah jamuan makan siang sederhana di Desa Tenggulun bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius.

Suhardi juga menambahkan, Badan Anti Teroris Belanda belum lama ini mengunjungi fasilitas BNPT di Sumatra Utara.

"Kami satu visi untuk tidak memarginalkan teroris," kata dia.

Bagian dari upaya deradikalisasi itu ialah menjelaskan, begitu teroris menjadi narapidana, mereka langsung diambil alih penanganannya oleh BNPT. Termasuk keluarga mereka juga menjadi tanggungan serta diurus oleh BNPT. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya