Gunung Slamet menyemburkan material pijar seperti yang terlihat dari Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Jawa Tengah pada 2014 lalu(MI/Liliek Dharmawan)
Gunung Slamet yang berada di perbatasan antara Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes, Jawa Tengah, kembali memunculkan gempa tremor. Gempa tremor tersebut terjadi setelah sekian lama tidak ada pada saat status waspada. Namun demikian, status masih dipertahankan dan pelarangan aktivitas tetap pada radius 2 km dari puncak.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet Sudrajat mengakui kalau gempa tremor baru terpantau setelah sekian lama tidak terdeteksi. Gempa tremor terjadi pada Sabtu (21/3) malam sekitar jam 23.34 WIB hingga kemarin dini hari.
"Gempa tremor berlangsung sekitar setengah jam dengan amplitudo 3-12 milimeter (mm). Gempa tersebut terjadi kareÂna gempa hembusan yang terus-menerus," kata Sudrajat, kemarin. Menurutnya, berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Slamet di Pemalang menyebutkan selain gempa tremor, juga terdeteksi adanya gempa hembusan. Selama 24 jam, dari Sabtu pukul 06.00 WIB hingga Minggu pukul 06.00 telah terjadi 949 gempa hemÂbusan. "Selain itu, juga terÂamati hembusan asap putih dari puncak dengan ketinggiÂan sekitar 300-500 meter."
Dengan kondisi itu, status Gunung Slamet masih waspada. Rekomendasinya masih tetap sama, yakni tidak boleh ada aktivitas apa pun pada radius 2 km karena ada ancaman letusÂan pada radius tersebut.
Sementara Kepala Dusun Limpakuwus, Sumbang, Banyumas, Wasirun mengaku mendengar suara gemuruh dari arah Gunung Slamet. "Pada Sabtu terdengar suara gemuruh yang berasal dari Gunung Slamet. Suara gemuruh tersebut berbeÂda dengan dentuman yang sempat terdengar pada pekan lalu. Kalau masyarakat di sini masih tetap tenang karena suaÂranya belum seperti pada saat Gunung Slamet berstatus siaga dulu," jelasnya.
Dari Kabupaten Karo, Sumatra Utara, sebanyak 52 unit perumahan pengungsi erupsi Gunung Sinabung tahap kedua telah dibangun sejak Februari 2015. Rumah yang berlokasi di Desa Siosar, Kecamatan Tiga Panah, Karo, dikerjakan prajurit Kodam I/Bukit Barisan. (LD/Ant/PS/N-2)