Pencarian Korban Kapal Selesai

Januari Hutabarat
04/7/2018 02:00
Pencarian Korban Kapal Selesai
( ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

PENCARIAN korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatra Utara, secara nasional dihentikan kemarin. Penutupan pencarian korban berdasarkan kesepakatan antara pemerintah dan keluarga korban pada Senin (2/7).
Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan, mengatakan para keluarga yang mewakilki 164 korban tenggelam sudah mengikhlaskan kepergian anggota keluarga mereka.

“Jika kemudian hari jenazah para korban kembali muncul di permukaan, evakuasi akan tetap dilaksanakan. Penutupan pencarian korban KM Sinar Bangun tidak berarti Basarnas berhenti melakukan pencarian. Basarnas tetap melakukan pencarian bekerja sama dengan Polair,” kata Budiawan di sela-sela penutupan pencarian korban KM Sinar Bangun di Pelabuhan Tiga Ras, Simalungun, Sumatra Utara.

Penghentian pencarian korban KM Sinar Bangun ditandai dengan peletakan batu pertama untuk pembangunan monumen KM Sinar Bangun. Kemudian masyarakat beragama Islam melakukan salat gaib di sekitar area monumen. Adapun warga Nasrani melaksanakan kebaktian di Pelabuhan Tiga Ras. Kegiatan doa bersama itu  dihadiri Bupati Simalungun JR Saragih dan kemudian ditutup dengan tabur bunga di Danau Toba.

Perda keselamatan
Sementara itu, DPRD dan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara  (Sumut) meminta pihak berwenang melanjutkan lagi upaya pencarian korban KM Sinar Bangun. Kedua lembaga itu mendorong agar Basarnas dan pihak terkait melakukan pencarian korban dengan maksimal.
“Setidaknya 10 hari atau setengah bulan ke depan pencarian korban terus dilakukan, jangan dihentikan dulu. Dari sudut pandang korban tidak seharusnya usaha pencarian dihentikan. Sebisa mungkin pencarian harus dilakukan lagi,” kata Ketua Komisi A DPRD Sumut Nezar Djoeli saat memimpin rapat gabungan dengan sejumlah institusi tentang tenggelamnya KM Sinar Bangun di Gedung DPRD Sumut, Selasa (3/7).

Pernyataan tersebut didukung Sekretaris Daerah Pemprov Sumut, Sabrina. Dia setuju agar tim SAR tidak berhenti mencari ratusan korban yang hingga kini belum dapat ditemukan. Sabrina menambahkan berbagai bentuk dukungan dilakukan Pemprov Sumut agar korban dapat ditemukan. Di antaranya pengadaan bahan bakar kapal untuk pencari korban dan pengadaan dapur umum untuk melayani keluarga korban.

“Selama ini selain dana dari CSR Pertamina, Pemrov Sumut juga membantu berbagai kebutuhan untuk pencarian korban,” terang Sabrina.  Dinas Perhubungan Sumut juga memberikan santunan sebesar Rp50 juta untuk tiap korban. Lalu Kementerian Sosial memberikan bantuan sebesar Rp10 juta untuk tiap korban. Advokat Hotman Paris Hutapea juga menyumbang Rp100 juta.

Dalam rapat gabungan di DPRD Sumut yang dipimpin Ketua Komisi A Nezar Djoeli dan dihadiri sejumlah anggota DPRD dan pejabat pemprov dikeluarkan kesimpulan bahwa DPRD dan Pemprov Sumut sepakat melahirkan peraturan daerah tentang keselamatan penyeberangan di Danau Toba. DPRD Sumut akan membentuk panitia khusus  untuk menyelidiki kondisi transportasi penyeberang-an Danau Toba. (PS/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya