Warga Dilarang Mengungsi ke Luar Wilayah

(OL/RS/N-3)
03/7/2018 23:45
Warga Dilarang Mengungsi ke Luar Wilayah
( ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

SETELAH meletus pada Senin (2/7) malam dengan mengeluarkan lava pijar, Gunung Agung kembali me-letus sebanyak dua kali Selasa (3/7). Pemerintah Kabupaten Karangasem, Bali, telah mengeluarkan imbauan kepada warga yang ada di 28 desa sekitar Gunung Agung untuk tidak mengungsi keluar wilayah kabupaten.

Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipta, meminta warga agar tidak mengungsi ke luar wilayah. “Kita meminta warga tidak mengungsi ke luar wilayah Karangasem. Hal ini untuk memudahkan koordinasi dan distribusi logistik. Bila warga mengungsi ke luar kabupaten, BPBD dan relawan akan kesulitan koordinasi dan mendistribusikan bahan makanan,” ujar I Wayan Artha, kemarin.

Menurut politikus NasDem tersebut, soal jumlah pengungsi sangat dinamis. Hal itu disebabkan warga masih kembali ke kampung halaman masing-masing. Para pe­ngungsi hanya kembali ke tempat pengungsian beberapa saat kemudian kembali lagi ke rumah. Ada juga warga  kembali ke pengungsian pada malam hari.

“Apa pun alasannya, pemerintah siap memenuhi kebutuhan pengungsi. Logistik masih cukup. Kendalanya masih koordinasi dengan beberapa titik. Itulah sebabnya kami minta agar jangan terlalu jauh mengungsi. Sampai saat ini kondisi Gunung Agung masih pada level III dengan radius 4 kilometer,” jelasnya.

Hingga kemarin, jumlah pengungsi mencapai 1.156 jiwa, termasuk 8 balita dan 6 orang lanjut usia. Data yang dihimpun dari Humas Satgas Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Agung, para peng-ungsi berasal dari sejumlah desa yang ditampung di empat titik pe­ngungsian, yaitu Desa Ban, Kecamat­an Kubu, sebanyak 854 jiwa; Desa Sengkidu, Kecamatan Manggis, sebanyak 85 jiwa; Desa Tista; Kecamatan Abang, sebanyak 93 jiwa; dan Desa Amerta Buana, Kecamatan Selat, sebanyak 124 jiwa.

Erupsi Gunung Agung pada Senin (2/7) lalu belum berdampak terhadap operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai. Humas PT Angkasa Pura, Ngurah Rai Arie Ashanurohim, mengatakan pantauan citra satelit cuaca Himawari hingga pukul 11.00 Wita kemarin, menunjukkan debu vulkanis bergerak ke arah barat. Namun, debu gunung api itu belum sampai menutup ruang udara Bandara Ngurah Rai.

 Hasil paper test di seputar Ngurah Rai juga nihil debu vulkanis. “Itulah sebabnya, operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai masih dinilai aman dan berjalan normal. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, pantauan citra satelit akan terus dievaluasi dan dianalisis untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya. (OL/RS/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya