Bisnis Taman Bunga untuk Swafoto

(Agus Utantoro/N-3)
03/7/2018 02:45
Bisnis Taman Bunga untuk Swafoto
(Ist)

BANYAK orang berdatangan di sebuah lahan terbuka, tidak jauh dari jalan jalur lintas selatan (JJLS), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tepatnya di Dusun Tegalsari dan Dusun Ngepet, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Bantul, DIY. Lokasinya tidak jauh dari Pantai Samas.

Mereka umumnya para wisatawan yang ingin memanfaatkan foto di antara bunga-bunga celosia pagoda, kembang kertas, dan bunga matahari. Warna-warni bunga yang terhampar memanjakan mata.

Kebun bunga tersebut dirintis warga Dusun Ngepet dan Dusun Tegalsari, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, sekitar enam bulan lalu. Saat itu sedang bermekaran bunga matahari dan bunga celosia pagoda berwarna merah dan kuning. "Waktu itu ada yang datang ke kebun kami, dan berfoto selfie. Dari situlah kemudian banyak yang mengenal tempat foto yang bagus," kata Feri, pemilik kebun bunga.

Sekarang ini tidak kurang 20 kebun bunga bertebaran di kawasan ini. Salah satu kebun bunga yang cukup luas bernama Resoinangun Garden. Di dalamnya terdapat spot-spot untuk berswafoto seperti becak bunga, sepeda bunga, lampion hingga kursi dari bambu.

Kebun tersebut memiliki lahan seluas 5.000 meter persegi. Feri mengungkapkan awalnya lahan tersebut tidak diurus dengan baik. Ia kemudian mengolahnya dijadikan kebun bunga, dan berharap bisa menghasilkan uang.

Pada awalnya, ia melihat lahan yang kurang teperhatikan. Lahan ini, ujarnya kemudian diolah menjadi kebun bunga dengan harapan akan memberikan penghasilan yang lebih baik. "Daripada saya menganggur. Saya mengubah lahan persawahan menjadi kebun bunga. Pendapatan saya jauh lebih baik," ungkapnya.

Setiap akhir pekan, dalam sehari bisa lebih dari 100 wisatawan datang ke kebun bunga milik Feri untuk berswafoto. Apalagi, saat libur Lebaran kemarin, tamu yang datang dua kali lipatnya. Untuk biaya masuk, satu orang dipungut Rp5.000.

Sementara itu, saudara Feri, Daruningsih mengatakan, bunga celosia yang ditanam itu berawal dari dua pak biji bunga. Ia mengaku sempat membangun usaha dengan menanam sayuran organik. Namun, kurang banyak peminatnya. Ia banting setir dengan mencoba menanam bunga-bunga. Ide pertama, menyediakan spot foto untuk wisatawan seperti spot foto bunga matahari yang lebih dulu booming. "Sekarang lahan bunga ini jadi andalan saya berbisnis," aku Daruningsih.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya