75% Penderita HIV /AIDS di Bali Usia Produktif

Ruta Suryana
01/7/2018 18:27
75% Penderita HIV /AIDS di Bali Usia Produktif
(Ilustrasi/ANTARA FOTO/OJT/Darwin Fatir)

BERDASARKAN data yang dihimpun Dinas Kesehatan Provinsi Bali sejak 1987 hingga Mei 2018 di Bali terdata sekitar 18 ribu lebih pengidap HIV/AIDS tersebar di sembilan kabupaten/kota. Dari data tersebut 75 persennya berusia produktif yakni 15 hingga 39 tahun.

"Dari data itu tertinggi di Denpasar yakni 37,8 persen," ujar Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi  Bali Yahya Anshori dalam orasinya di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, hari ini.

Tingginya kasus HIV/ AIDS tersebut, kata Yahya, harus menjadi perhatian semua pihak tidak hanya pemerintah, masyarakat pun diharapkan ikut peduli terhadap penyakit mematikan tersebut.

Berbagai upaya penanggulangan HIV/AIDS telah dilakukan oleh KPA Bali dengan menggandeng stakeholder terkait termasuk didalamnya melibatkan kelompok Kita Sayang Remaja (KISARA) Bali  dan Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN), untuk menyosialisasikan bahaya HIV/AIDS serta mengedukasi masyarakat terkait upaya pencegahan penyebaran penyakit  tersebut.

"Remaja adalah usia yang sangat rentan terpapar AIDS, untuk itu mari tingkatkan kepedulian, tingkatan edukasi kepada masyarakat, bersama-sama kita tanggulangi dan cegah penyebaran HIV/AIDS," harapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Adi Narendra selaku Wakil Ketua Forum Remaja Bali yang berada di bswah naungan Kisara Bali. Menurutnya remaja merupakan kelompok usia yang sangat memegang peran penting dalam upaya pencegahan penyakit HIV/AIDS.

Remaja bisa menjadi agen-agen untuk sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat tidak saja terkait upaya pencegahan penyebaran HIV/ AIDS, namun pula dapat mengedukasi masyarakat bagaimana seharusnya kita memperlakukan para penderita HIV/AIDS, mengingat banyak penderita HIV/AIDS yang dikucilkan di masyarakat.

Padahal sesungguhnya dengan pengobatan yang tepat  serta tahu persis cara penyebaran penyakit tersebut, penderita HIV/AIDS dapat hidup secara normal di tengah tengah masyarakat .

Ke depannya pemerintah diharapkan menyusun program-program yang sejalan dengan kebutuhan para remaja dan remaja dapat dilibatkan dalam program tersebut. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya