TERJANGAN ombak telah mengabrasi tepi pantai di Kabupaten Aceh Timur hingga 900 meter ke arah daratan. Kerusakan terjadi di pesisir Kuala Idi Cut, Kecamatan Darul aman hingga Kuala Bugeng, Kecamatan Nurussalam, meliputi wilayah lima desa, yakni Desa Matang Neuheuen, Teupin Pukat, Kuala Bagok, Baroeh Bugeng, dan Desa Peulawi.
Tokoh madyarakat Darul Aman, Muslem mengatakan, terjangan ombak laut Selat Malaka itu telah terjadi bertahun-tahun. Tanpa pelindung seperti hutan bakau atau pelindung buatan, sebagian daratan sudah menjadi lautan.
Akibatnya, sekitar 170 hektare tambak ikan milik warga setempat telah hilang. Kehancuran akan makin meluas, karena setelah tsunami 2004, ombak di Selat Malaka ini terasa lebih kuat.
"Setelah tsunami, kami pernah dianjurkan dan difasilitasi menanam bakau. Tapi tidak efektif karena laju abrasi lebih cepat dari pertumbuhan pohon itu" ujar Muslem.
Warga mengharapkan pemerintah segera membangun tanggul penahan ombak. Pasalnya fenomena alam tersebut bisa beralih menjadi bencana, karena terus merembes ke permukiman. "Kami sudah pasrah dengan kondisi ini. Kini hanya menunggu upaya pemerintah saja" tambah Muslem. (N-3)