Kekeringan akibat Kemarau Meluas di NTT

Palce Amalo
29/6/2018 02:25
Kekeringan akibat Kemarau Meluas di NTT
(MI/Alexander Taum)

KEKERINGAN ekstrem yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak awal Juni 2018 kini meluas hingga 11 kabupaten di daerah itu. Sebelumnya bencana kekeringan ekstrem dilaporkan hanya terjadi di empat kabupaten, yakni Nagekeo, Lembata, Rote Ndao, dan Sumba Timur.

Sesuai dengan pemantauan, yaitu hari tanpa hujan berturut-turut dalam dasarian II Juni 2018, kemarin, kekeringan telah meluas ke tujuh kabupaten, yakni Kupang, Manggarai Timur, Ende, Sikka, Sumba Barat, Belu, dan Kota Kupang. "Beberapa wilayah mengalami hari hujan, tetapi beberapa wilayah lain mengalami hari tanpa hujan dengan kategori menengah hingga kekeringan ekstrem lebih dari 60 hari," kata Kepala Stasiun Klimatologi Lasiana Kupang, Apolinaris Geru, kemarin.

Menurutnya, kekeringan ekstrem tidak terjadi di seluruh wilayah kabupaten yang dilaporkan, tetapi hanya di lokasi tertentu. Seperti Kabupaten Manggarai Timur, kekeringan ekstrem hanya ditemukan di Kecamatan Lambaleda dan di Sumba Timur kekeringan terjadi di beberapa titik, seperti Waingapu, Melolo, Kanatang, Kawangu, Lambanapu, dan Kamanggih.

Kendati begitu di sejumlah wilayah NTT masih turun hujan kategori rendah antara 0-50 milimeter (mm), sedangkan di Manggarai Timur hujan turun dengan kategori menengah 51 mm-150 mm. "Monitoring hari tanpa hujan berturut-turut dasarian II Juni 2018 mengalami kriteria bervariasi," imbuh dia.

Berdasarkan peta prakiraan peluang curah hujan dasarian III Juni 2018, umumnya wilayah NTT memiliki peluang curah hujan 0 mm-20 mm, sedangkan sebagian besar kabupaten seperti Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Timor Tengah Utara, dan Sumba Timur berpeluang hujan berkisar antara 21 mm-50 mm mm sebesar 50%-90%.

Di Kota Kupang, kekeringan belum berdampak serius terhadap pemenuhan air minum warga, kecuali warga Kelurahan Manutapen menderita krisis air bersih akibat pasokan dari pipa PDAM terhenti sejak Mei 2018. Warga kemudian pergi mengambil air dari pipa PDAM yang bocor di sisi jalan. Kegiatan itu masih terus berlangsung kerena belum ada solusi dari pemerintah daerah.

 

Bibit unggulan

Musim kemarau di sejumlah daerah, seperti di Cilacap, Tasikmalaya, Jawa Barat, juga terjadi dan menyebabkan ratusan masyarakat, misalnya, di Kedusunan Ancol, Desa Ancol, Kecamatan Cineam, Tasikmalaya, sudah beberapa hari ini membeli air bersih Rp5.000 per kubik. Kekeringan itu juga telah menyebabkan saluran irigasi ke area persawahan mengering dan dipastikan ratusan hektare sawah gagal panen.

Sementara itu, Kepala BPBD dan Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Abdul Kodir mengatakan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan akan berupaya menyediakan berbagai bibit unggulan, seperti jagung, ubi tanah, kacang tanah, dan kedelai untuk antisipasi memanfaatkan lahan jika terjadi kekeringan. "Pemkab Tasikmalaya berupaya menyediakan anggaran untuk membeli berbagai jenis bibit unggulan untuk ditanam di lahan yang mengalami kekeringan," ujarnya.    (AD/LD/N-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya