Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENARIKAN objek yang diduga bangkai kapal motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatra Utara, gagal. Salah satu jaring pukat harimau yang dioperasikan di kapal feri Sumut I mengalami kerusakan setelah ditarik dari dasar perairan.
Penarikan objek berlangsung cukup lama, selain karena beban yang berat, tali pengikat yang digunakan pun cukup panjang, sekitar seribu meter. Pada saat jaring mulai muncul ke permukaan terlihat banyak robekan yang cukup parah. Selain itu, beberapa bola pelampung jaring juga pecah.
Keluarga korban yang menunggu di tepi Pelabuhan Tiga Ras terlihat kecewa. Sementara itu, satu pukat harimau lagi yang masih beroperasi di kapal feri Sumut II masih terus menyisir dasar danau.
Pencarian mengerahkan alat remotely operated underwater vehicle (ROV) yang mampu menampilkan visual sampai kedalaman 500 meter. Namun hingga tengah hari, kemarin, alat tersebut belum bisa menemukan posisi kapal, bahkan di titik deteksi objek dari multibeam scan sonar.
Terkait dengan proses hukum, tim penyidik gabungan dari Polda Sumatra Utara dan Polres Samosir serta Ditpolair Polda Sumut sampai saat ini masih mengembangkan penyidikan tenggelamnya KM Sinar Bangun itu.
Setelah menetapkan 4 orang tersangka, polisi akhirnya menetapkan Kepala Dinas Perhubungan Samosir, Nurdin Siahaan, sebagai tersangka. "Iya benar, statusnya udah dinaikkan jadi tersangka dan yang menangani penyidik Ditkrimum Polda Sumut gabungan dengan Polres Samosir dan Ditpolair Polda Sumut," ujar Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, di Medan, kepada wartawan, kemarin. Selain itu, Tatan memastikan Nurdin belum ditahan dan akan dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka pada pekan depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved