Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKERINGAN ekstrem yang melanda Nusa Tenggara Timur sejak awal Juni 2018, kini meluas hingga 11 kabupaten di daerah itu. Sebelumnya, bencana kekeringan ekstrem dilaporkan hanya terjadi di empat kabupaten yakni Nagekeo, Lembata, Rote Ndao, dan Sumba Timur.
Namun, sesuai monitoring hari tanpa hujan berturut-turut Dasarian II Juni 2018, Kamis (28/6), kekeringan telah meluas ke tujuh kabupaten yakni Kupang, Manggarai Timur, Ende, Sikka, Sumba Barat, Belu, dan Kota Kupang.
"Beberapa wilayah mengalami hari hujan tetapi beberapa wilayah lainnya mengalami hari tanpa hujan dengan kategori menengah hingga kekeringan ekstrem lebih dari 60 hari," kata Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lasiana Kupang, Apolinaris Geru, kepada wartawan.
Menurutnya, kekeringan ekstrem tidak terjadi di seluruh wilayah kabupaten yang dilaporkan, tetapi hanya lokasi tertentu seperti di Kabupaten Manggarai Timur, kekeringan ekstrem hanya ditemukan di Kecamatan Lambaleda, dan di Sumba Timur kekeringan terjadi di beberapa titik seperti Waingapu, Melolo, Kanatang, Kawangu, Lambanapu, dan Kamanggih.
Kendati begitu, di sejumlah wilayah NTT masih turun hujan kategori rendah antara 0-50 milimeter (mm), sedangkan di Manggarai Timur turun hujan dengan kategori menengah 51-150.
"Monitoring hari tanpa hujan berturut-turut dasarian II Juni 2018 mengalami kriteria bervariasi," kata dia.
Berdasarkan peta prakiraan peluang curah hujan dasarian III Juni 2018, umumnya wilayah NTT memiliki peluang curah hujan 0-20 mm, sedangkan di sebagian besar kabupaten seperti Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Timor Tengah Utara, dan Sumba Timur berpeluang hujan berkisar antara 21-50 mm sebesar 50-90%.
Di Kota Kupang, bencana kekeringan belum berdampak serius terhadap pemenuhan air minum warga, kecuali warga Kelurahan Manutapen menderita krisis air bersih akibat pasokan dari melalui pipa PDAM terhenti sejak Mei 2018.
Warga kemudian pergi mengambil air dari pipa PDAM yang bocor di sisi jalan. Kegiatan itu masih terus berlangsung kerena belum ada solusi dari pemerintah daerah setempat. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved