Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN nelayan tradisional di pesisir Pantai Apra Kecamatan Sindangbarang dan Pantai Jayanti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berhenti melaut. Kondisi itu dipicu hembusan angin yang cukup kencang sejak beberapa waktu terakhir.
"Kalau di Sindangbarang sudah tidak ada nelayan yang melaut. Di Sindangbarang dari 700 nelayan, hampir 50% tak melaut. Mereka berhenti total karena angin cukup kencang," kata Rahmat Effendi, 49, tokoh masyarakat Kecamatan Sindangbarang, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (28/6).
Kencangnya angin seperti itu, kata Rahmat, sudah berjalan hampir dua bulan terakhir. Kondisi tersebut tak terlepas musim kemarau yang melanda wilayah selatan.
"Sejak sebelum Puasa juga angin sudah kencang," terangnya.
Rahmat menuturkan, sebagian nelayan yang masih melaut di Pantai Jayanti memilih tak terlalu jauh. Mereka hanya mencari ikan di sekitar bibir pantai.
"Sebagian besar nelayan di Cianjur kan tradisional. Jadi, mereka tak berani ke tengah laut. Hanya mencari ikan di sekitar bibir pantai," terang Rahmat.
Selain karena angin kencang, ujar Rahmat, banyaknya nelayan yang tak melaut dipicu sedikitnya ikan. Mayoritas saat ini hasil tangkapan nelayan di pesisir pantai selatan Cianjur yakni ikan laut.
"Sudah lama juga musim paceklik ikan sekarang di selatan Cianjur," tandasnya.
Kepala Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Jayanti Kecamatan Cidaun, Eli Muslihat, mengatakan musim paceklik hasil tangkapan ikan nelayan sudah terjadi cukup lama. Saat ini, hasil tangkapan ikan hanya sekitar 5 kilogram rata-rata per hari.
"Makanya di sini sekarang banyak nelayan yang pindah kerjaan jadi petani," kata Eli.
Eli menyebutkan, jumlah nelayan di Pantai Jayanti mencapai 2.090 orang. Mereka terdiri atas nelayan laut tetap sebanyak 281 orang, nelayan musiman laut sebanyak 238 orang, nelayan pinggir tetap sebanyak 631 orang, nelayan pinggir musiman sebanyak 717 orang, nelayan anco tetap149 orang, nelayan anco musiman sebanyak 23 orang, nelayan jodang sebanyak 27 orang, dan jumlah pelaku perikanan sebanyak 74 orang.
Dari jumlah itu sekarang mulai berkurang karena minimnya hasil tangkapan ikan yang ditaksir hampir 50% yang beralih pekerjaan.
"Di sini juga banyak ikan yang didatangkan dari Muara Angke Jakarta dan Ujunggenteng Sukabumi," tandasnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved